Jokowi: Kita Harus Mampu Hasilkan Vaksin hingga Luncurkan Produk Penanganan Corona

Oleh Devira Prastiwi pada 20 Mei 2020, 20:46 WIB
Diperbarui 20 Mei 2020, 20:46 WIB
Presiden Jokowi resmikan BanggaBuatanIndonesia
Perbesar
Presiden Jokowi resmikan BanggaBuatanIndonesia. (Foto: Do. IdEA)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali angkat bicara mengenai perkembangan pandemi virus Corona Covid-19 di Indonesia.

Kali ini, Jokowi berharap, Indonesia dapat menemukan vaksin virus Corona Covid-19. Hal itu dikarenakan agar Indonesia tak bergantung pada negara lain terkait perkembangan vaksin.

"Kita juga harus mampu menghasilkan vaksin sendiri," ujar Jokowi dalam peluncuran produk riset, teknologi, dan inovasi untuk percepatan penanganan Covid-19 melalui video conference, Rabu (20/5/2020).

Tak hanya itu, Jokowi membuktikannya dengan meluncurkan produk-produk riset, teknologi, dan inovasi untuk percepatan penanganan virus Corona Covid-19.

Menurutnya, semua produk yang berjumlah 9 itu merupakan buatan dalam negeri Indonesia sendiri.

Berikut 2 pernyataan Jokowi terkait perkembangan pandemi virus Corona Covid-19 di Indonesia yang dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 4 halaman

Bisa Buat Vaksin Sendiri

vaksin corona
Perbesar
vaksin corona

Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap Indonesia dapat menemukan vaksin virus Corona Covid-19.

Sehingga, kata dia, Indonesia tidak bergantung kepada negara lain dalam mengembangkan vaksin untuk menghadapi pandemi Covid-19.

"Kita juga harus mampu menghasilkan vaksin sendiri," ujar Jokowi dalam peluncuran produk riset, teknologi, dan inovasi untuk percepatan penanganan Covid-19 melalui video conference, Rabu (20/5/2020).

Menurut dia, Indonesia harus berbangga karena anak-anak bangsa sudah mampu memproduksi produk-produk untuk penanganan virus Corona. Misalnya rapid test, PCR test kit, dan ventilator.

Produk-produk itu sudah diuji dan diproduksi di atas 100.000. Kendati begitu, dia ingin agar Indonesia bisa menciptakan vaksin untuk menangani virus corona sebab hingga kini belum ada negara yang berhasil menemukannya.

"Dari yang saya lihat kemarin, saya sangat optimis bahwa hal-hal yang dulunya tidak pernah kita pikirkan dan kita hanya impor sekarang ini kita bisa mandiri, karena kita bisa produksi sendiri," jelas Jokowi.

Dia juga mengapresiasi lembaga Eijkman yang berhasil mendapatkan daya mengenai tujuh urutan genome yang sangat berguna untuk pengembangan vaksin.

Jokowi berharap komunitas peneliti terus bekerja untuk menemukan obat dan terapi yang efektif bagi pengobatan Covid-19.

"Karya-karya itu jangan berhenti di laboratorium, jangan juga hanya sebatas prototype saja. Tapi harus terus berlanjut, harus bisa diproduksi secara massal untuk memenuhi kebutuhan domestik kita dan juga bisa ekspor ke mancanegara," tutur Jokowi.

 

3 dari 4 halaman

Luncurkan 9 Produk

vaksin corona thumbnail
Perbesar
vaksin corona thumbnail

Jokowi meluncurkan produk-produk riset, teknologi, dan inovasi untuk percepatan penanganan virus Corona Covid-19. Jokowi mengatakan, produk-produk tersebut merupakan buatan dalam negeri.

"Kita patut berbangga karena dari tangan-tangan anak bangsa, dari tangan tangan kita sendiri kita mampu menghasilkan karya-karya yang sangat dibutuhkan," kata Jokowi.

Setidaknya, ada sembilan produk buatan dalam negeri yang diluncurkan Jokowi. Mulai dari, Rapid Test Kit, PCR Test Kit, Emergency Ventilator, Imunomodulator Herbal, Plasma Convalesence, Mobile Lab Bio Safety Level (BSL) 2, sistem Artifical Intelligence (AI) untuk mendeteksi Covid-19. Kemudian, Autonomous UVC Mobile Robot, hingga Powered Air Purifying.

"Kemarin saya sudah melihat sendiri ada rapid test yang waktu saya tanya, 'bisa produksi berapa sudah kira-kira 100.000?' Kalau diproduksi sudah langsung jalan. PCR test kit juga sama, 'apakah sudah berproduksi?' Sudah pak. Sudah uji dan sudah bisa berproduksi juga sama di atas 100.000," tutur Jokowi.

Dengan adanya produksi dalam negeri, maka dapat mengurangi beban pemerintah mengimpor alat-alat kesehatan untuk menangani pandemi Corona.

Pasalnya, Indonesia selama ini kerap mengimpor alat tes PCR corona dari negara-negara lain.

"Saya sangat optimis bahwa hal-hal yang dulunya tidak pernah kita pikirkan dan kita hanya impor, sekarang ini kita bisa mandiri. Karena kita bisa produksi sendiri," ujar dia.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓