Pandemi Corona, Apkasi Ajak Daerah Bersiap Sambut New Normal

Oleh Yopi Makdori pada 18 Mei 2020, 07:55 WIB
Diperbarui 18 Mei 2020, 08:12 WIB
Satpol PP Keliling Imbau Warga Pakai Masker dan Jaga Jarak

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mengajak daerah se-Indonesia untuk bersiap menyambut konsep 'new normal' alias tatanan kehidupan baru untuk menghindari dampak buruk pandemi virus Corona atau Covid-19.

"Kita di daerah melihat sendiri bagaimana pandemi Covid-19 ini telah memukul sendi-sendi kehidupan masyarakat, mulai dari aspek kesehatan sampai sosial-ekonomi. Sekaranglah waktunya kita bersiap diri menyambut new normal secara bertahap. Karena bagaimana pun, daerah-daerah harus bangkit berbenah kembali membangun ekonomi masyarakatnya," ujar Ketua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas melalui keterangan tertulisnya, Senin (18/5/2020).

Anas mengatakan, prinsip tata kehidupan baru berporos pada tiga hal. Pertama, tetap memprioritaskan penanganan Corona dengan terus memperbaiki berbagai mekanisme, mulai ketersediaan bed isolasi, alat-alat kesehatan, tracing, hingga mendukung langkah pemerintah pusat memperluas pengetesan berbasis PCR.

Kedua, disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19. Gerakan untuk melakukan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun, jaga jarak aman, memakai masker akan terus digencarkan.

"Hal ini bisa kita tindak lanjuti di daerah, misalnya, dengan peraturan semua pengunjung pasar tradisional dan modern harus memakai masker, yang tak pakai masker dilarang masuk," ujar dia.

Ketiga, secara bertahap kembali meningkatkan produktivitas ekonomi lokal. Apalagi, sesuai analisis para ahli, pandemi akan benar-benar berakhir ketika vaksin ditemukan dan prediksinya, vaksin ditemukan paling cepat pertengahan 2021.

"Secara bertahap kita harus gerakkan lagi ekonomi lokal dengan prinsip produktif dan aman dari Covid-19 sesuai arahan Presiden Jokowi dan Mendagri," ujar Anas.

Dia optimistis, dengan tiga poros tersebut, kehidupan masyarakat berangsur membaik. Menurutnya, penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi harus dijalankan berbarengan serta tidak dibeda-bedakan.

"New normal di daerah harus diarahkan pada bagaimana tatanan masyarakat kita tetap aman dari virus Corona atau Covid-19, dalam arti penyebarannya kita tekan, namun di sisi lain ekonomi tetap produktif," tegasnya.

2 dari 3 halaman

Bertahan

Penertiban PSBB Tidak Pakai Masker
Pengendara motor pergi seusai diberi hukuman push up karena tidak memakai masker saat razia Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta, Selasa (28/4/2020). Penertiban terkait pelaksanaan PSBB Jakarta dan memutus rantai penyebaran COVID 19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Meski demikian, Anas mengingatkan bahwa tatanan masyarakat baru yang produktif dan aman dari Covid-10 harus dijalankan secara bertahap. Kajian epidemiologi tetap perlu menjadi rujukan agar tidak menimbulkan gelombang kedua wabah yang lebih mengkhawatirkan.

"Tentu semuanya harus bertahap. Misalnya yang daerah wisata, sekarang mulai disiapkan konsep cleanliness, health, and safety yang kemarin dipaparkan Kementerian Pariwisata. Yang daerah jasa dan perdagangan, mempersiapkan dengan misalnya mulai mengaktifkan setengah dari kapasitas bisnisnya, dan seterusnya dengan pertimbangan-pertimbangan di tingkat lokal," papar Anas.

Dengan demikian, Anas melanjutkan, aspek kesehatan tetap diperhatikan dan sekaligus produktivitas ekonomi bisa perlahan ditingkatkan.

"Tatanan kehidupan baru adalah keniscayaan, tidak bisa ditolak, karena itu kita harus menyesuaikan diri dengan menciptakan gaya hidup baru yang sadar protokol kesehatan untuk menunjang produktivitas ekonomi," ujar Bupati Banyuwangi ini.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓