Anies: 60 Persen Warga Jakarta Patuhi Anjuran Tetap di Rumah

Oleh Yopi Makdori pada 16 Mei 2020, 20:46 WIB
Diperbarui 16 Mei 2020, 20:46 WIB
Pemprov DKI Jakarta Segera Ambil Alih Pengelolaan Air dari Swasta
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi keterangan terkait pengambilalihan pengelolaan air, Gedung Balai Kota Jakarta, Senin (11/2). Pemprov DKI akan mengambil alih pengelolaan air dari PT Aetra Air Jakarta dan PT PALYJA. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jakarta, Anies Baswedan menyebut bahwa selama pandemi Covid-19, 60 persen warganya mematuhi anjuran untuk tetap di rumah. Ini ketahui dari riset bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI).

"Mulai pertengahan Maret data mobilitas penduduk yang dikumpulkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat UI menunjukan angka lonjakan orang di rumah hingga 60 persen," terang Anies dalam sebuah sesi diskusi daring, Sabtu (16/5/2020).

Menurut dia, kemajuan penanganan terhadap Covid-19 amat ditentukan dari partisipasi masyarakat  untuk mentaati berbagi anjuran pemerintah, tak terkecuali anjuran untuk tetap berada di rumah.

Anies mengaku belum puas jika angkanya masih berada di 60 persen saja. Pihaknya menargetkan agar masyarakat Jakarta yang melakukan aktivitas di dalam rumah angkanya hingga 80 persen.

"Nah yang 20 persen ini orang-orang yang berkegiatan esensial, bidang pangan, kesehatan energi, telecommunication, finance itu 20 persen," harap Anies Baswedan.

2 dari 2 halaman

Perkembangan Signifikan

Menurut Anies, dengan angka orang yang mematuhi anjuran stay at home 60 persen saja, ia melihat ada perkembangan yang cukup signifikan akan pengurangan jumlah orang yang melakukan aktivitas di luar rumah. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya pengguna angkutan umum di Jakarta.

"MRT itu penumpangnya tinggal 5 persen, praktis gak ada yang naik MRT itu. Gak sampai 5 ribu orang per hari, padahal biasanya 100 ribu orang per hari," paparnya.

Kereta api atau KRL juga sama, kendati masih terlihat padat, kata Anies moda angkutan itu sudah menurun paling tidak tinggal 10 hingga 15 persen saja. Transjakarta juga demikian.

"Ini menggambarkan masyarakat secara umum taat, tapi ada yang masih 40 persen bepergian nih. Ini yang kami harapkan saya ingin minta pada semua yuk kita tuntaskan," imbaunya.

Lanjutkan Membaca ↓