99.216 Rapid Test di DKI Jakarta, 3.804 Reaktif Covid-19

Oleh Fachrur Rozie pada 16 Mei 2020, 15:08 WIB
Diperbarui 16 Mei 2020, 15:08 WIB
Melihat Posko COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta menyampaikan perkembangan kasus virus corona Covid-19 terkini di Ibu Kota per 16 Mei 2020.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti memaparkan pihak Pemprov DKI telah memeriksa sebanyak 99.216 orang melalui metode tes cepat atau rapid test.

"Total sebanyak 99.216 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4 persen," ujar Widyastuti dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2020).

Dia menyebut, dari 99.216 yang menjalani rapid test, 3.804 orang dinyatakan reaktif terjangkit virus corona Covid-19. Sementara 95.412 orang lainnya dinyatakan negatif Covid-19.

"Untuk rapid test masih terus berlangsung di 6 wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP)," kata dia.

Sebelumnya, Widyastuti menyatakan sasaran dan prioritas rapid test yakni mereka yang berisiko tinggi menularkan ataupun tertular. Misalnya tenaga medis, orang-orang yang memiliki riwayat kontak fisik dengan kasus pasien dalam pengawasan (PDP) hingga orang dalam pemantauan (ODP).

2 dari 2 halaman

Tes Swab

Apabila hasil tes tersebut positif, langkah selanjutnya yakni dilakukan pengambilan tes swab, isolasi mandiri, atau dirujuk ke shelter sesuai kriteria keparahan selama menunggu hasil polymerase chain reaction (PCR). Bila kondisi memburuk sebelum hasil PCR diperoleh, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit.

Kemudian bila hasilnya negatif, pasien diinformasikan untuk isolasi mandiri selama 14 hari. Bila kondisi memburuk, dirujuk ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan PCR atau memeriksa ulang rapid test sebanyak satu kali pada hari ke 7-10 setelah tes awal.

Lanjutkan Membaca ↓