Pandemi Corona Buat Ekonomi Lesu, Sandiaga Uno: Pengusaha Jangan Menyerah

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 15 Mei 2020, 09:52 WIB
Diperbarui 15 Mei 2020, 09:52 WIB
Sandiaga Uno
Perbesar
Saksikan kisah inspiratif bersama Danti, yang akan tayang di Indosiar dalam program 'Jemput Rejeki' pada Sabtu, 21 Maret 2020, pukul 06.30 WIB.

Liputan6.com, Jakarta Pandemi virus corona atau Covid-19, memang tidak hanya mempengaruhi kesehatan, tapi sektor lain seperti ekonomi, yang sektor usaha stagnan, bahkan lumpuh.

Namun, politisi sekaligus pengusaha Sandiaga Uno memandang para pengusaha tidak boleh putus asa. Sebab diyakininya, terdapat peluang usaha dibalik bencana pandemi covid-19. 

Adapun, ini disampaikannya melalui webinar melalui akun Facebooknya, Kamis (14/5/2020). Turut  dihadiri Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil lahadalia dan Executive Director duabelasbros Jimmy Siauw.

"Kita kadang-kadang bertanya bahwa bahwa sekarang harga-harga bergejolak, masih ada ruang enggak dari sisi positifnya untuk hal-hal yang selama ini membawa kita untuk mendapatkan hasil yang positif dalam kinerja investasi kita?," kata Sandiaga. 

Dia pun meminta agar para pengusaha bisa lebih jeli melihat peluang yang ada. 

"Tapi ternyata dibalik ini semua ada peluang yang cerah, jika kita jeli untuk melihat sektor-sektor mana yang bisa kita investasikan dan kita memiliki target-target yang jelas," tutur Sandiaga. 

Lebih lanjut dipaparkannya, apabila dilihat secara umum, dunia investasi, baik di pasar modal maupun sektor riil masih memiliki peluang yang menjanjikan. Sehingga menurutnya, krisis yang dirasakan saat ini akan kembali bangkit pasca pandemi.

"Semua berdoa agar krisis ini segera berlalu. Dan kita juga berharap bahwa pandemi Covid-19 ini enggak ini tidak terlalu lama terjadi, sehingga kita bisa segera rebound," ungkap Sandiaga. 

 

2 dari 3 halaman

Peluang Investasi Pasca-Pandemi Corona

Dia menyebut, beberapa terlihat sebagai peluang investasi, yang akan melesat pasca pandemi. Misalnya, kesehatan kemudian teknologi terutama teleconferencing. Kemudian ada pendidikan online. Yang di mana merujuk perubahan gaya pendidikan imbas pandemi.

"Disrupsi di sektor pendidikan membawa tren positif, sektor di mana selama ini hanya terbatasdi dalam satu ruang kelas, sekarang dengan adanya Massive online Open Course luar biasa pertumbuhannya. Digital juga peningkatannya bisa sampai 120 sampai 160 persen," tukasnya 

Selain itu,  makanan, baik bahan makanan berupa frozen food maupun makanan-makanan cepat saji yang sudah terhubung dengan digital atau e-commerce.

"Sektor tersebut juga memperlihatkan satu kinerja yang sangat positif," pungkasnya. 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait