Puisi Kebangsaan Bamsoet, Puan dan La Nyalla Mattalitti Bangkit dari Covid-19

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 14 Mei 2020, 14:42 WIB
Diperbarui 14 Mei 2020, 14:49 WIB
Puan Maharani Berikan Kuliah Umum di UI
Perbesar
Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan Kuliah Umum pada Upacara Wisuda Program Vokasi, Sarjana, Magister, Profesi, Spesialis dan Doktor Tahun Akademik 2019/2020 di Balairung UI, Depok, Sabtu (1/2/2020). Acara ini bersamaan dengan Peringatan Dies Natalis UI Ke-70. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DRP Puan Maharani, dan Ketua DPD La Nyalla Mataliti membacakan puisi doa kebangsaan bangkit dari Covid-19. Seperti diketahui, dalam dua bulan terakhir Indonesia seperti lumpuh akibat pandemi Covid-19.

"Ketika aku berat untuk memberi, aku ingat bahwa semua yang aku miliki adalah pemberian, ketika aku ingin jadi yang terkuat, aku ingat bahwa aku ada dalam kelemahan, ketika aku takut rugi aku ingat bahwa hidupku adalah sebuah keberuntungan," tutur Bambang Soesatyo membacakan puisi berjudul Aku dalam acara tersebut, Kamis (14//5/2020),

Usai Bambang, Ketua DPR Puan Maharani langsung melanjutnya dengan puisi yang ditulis oleh Jalaluddin Rumi atau sering pula disebut dengan nama Rumi, seorang penyair sufi asal Balkh, Afghanistan, berjudul Pukulan dari Langit.

"Ketika sebuah pukulan dari langit menghantam dirimu bersiap-siaplah karena setelah itu akan kau terima hadiah penghormatan karena tak mungkin sang raja menamparmu tanpa memberimu sebuah mahkota," baca Puan dengan puitis.

Terakhir, La Nyalla sebagai ketua DPD RI membacakan puisi penutup sebagai pimpunan Parlemen. Menurut puisinya tidaklah ada satu pun orang yang dapat lepas dari kejaran Corona. Maka janganlah ada satu pun kesombongan dan mulaikan bergandeng tangan.

"Sebutir korona yang menyerang pejabat atau orang melarat, tak rrofesor atau gelandangan yang kotor maka dunia menjadi gempar semua menjadi kira-kira otak dan pikiran yang selama ini cemerlang merasa cuma tak berani mengakui," petik sebait puisinya menandasi.

2 dari 2 halaman

Sejumlah Tokoh Agama

Doa kebangsaan dan kemanusiaan ini digagas oleh Menteri Agama Fachrul Razi dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, sejumlah tokoh agama dari enam elemen juga secara bergantian bermunjat.

Antara lain dari Khonghucu ada Budi Tanuwibowo, tokoh agama Buddha Sri Pannyavaro Mahathera, tokoh agama Hindu Ida Pedanda Nabe Gede Bang Buruan Manuaba, tokoh agama Katolik Ignatius Kardinal Suharyo, tokoh agama Kristen Pendeta Ronny Mandang, dan tokoh agama Islam Quraish Shihab.

Lanjutkan Membaca ↓