Sukses

Imam Tarawih di Musala Baitul Muslimin Tambora Tertular Covid-19 Dari Cucunya

Kakek tersebut sempat menjadi imam salat tarawih di Musala Baitul Muslimin, Tambora pada Sabtu (9/5/2020) malam.

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 20 jemaah di musala Baitul Muslimin berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) setelah berinteraksi dengan seorang kakek yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kakek tersebut sempat menjadi imam salat tarawih di Musala Baitul Muslimin, Tambora pada Sabtu (9/5/2020) malam. Camat Tambora, Bambang Sutama mengatakan, kakek tersebut tertular Covid-19 dari cucunya.

"Cucunya waktu itu menjalani rapid test sekaligus tes swab di puskemas. Hasilnnya menunjukkan positif Covid-19. Kakek dan istrinya kemudian ikut melakukan tes serupa pada hari jumat diketahui hasilnya positif," kata dia saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2020).

Bambang menuturkan, celakanya kakek itu tetap beraktivitas seperti biasa di luar rumah. Bahkan menolak untuk dirujuk ke RS Wisma Atlet Kemayoran.

"Dia (kakek) menyampaikan 'saya tidak kena Covid-19 tapi gejala typus. Nah malemnya masih mimpin salat tarawih," ucap dia.

Bambang mengatakan, pihaknya membujuk satu keluarga itu agar mau menjalani perawatan di rumah sakit. Akhirnya pada Minggu kemarin kakek dan istrinya bersedia dibawa ke Rumah Sakit Tarakan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Tracking

Selain itu, Bambang menerangkan, pihaknya juga menelusuri ke orang yang pernah kontak langsung dengan pasien. Pihaknya menemukan setidaknya ada 28 orang. 20 diantaranya adalah jemaah ikut tarawih bersama kakek tersebut.

"Sekitar 28 orang kami bawa ke puskesmas dan kita lakukan swab. Sekarang tinggal tunggu hasilnya," ujar dia.

Sementara itu, kini ke 28 orang itu menjalani karantina mandiri dirumahnya masing-masing sambil menunggu hasil tes swab. Bambang berharap seluruhnya negatif Covid-19.

"Mudah-mudahan hasilnya negatif," ucap dia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.