Bamsoet: Pemulihan Ekonomi Bisa Dimulai Jika Menang Lawan Covid-19

Oleh Rinaldo pada 10 Mei 2020, 20:08 WIB
Diperbarui 10 Mei 2020, 20:08 WIB
Bamsoet
Perbesar
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjadi pembicara kunci dalam acara diskusi publik yang diselenggarakan Posbakum Golkar di Jakarta, Selasa (12/11/2019). Diskusi tersebut membahas mengangkat tema 'Golkar Mencari Nakhoda Baru'. (Liputan6.co/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan pemulihan ekonomi hanya bisa dimulai jika kita mampu memenangi perang melawan Covid-19.

"Kerja pemulihan ekonomi hanya bisa dimulai jika seluruh elemen masyarakat bertekad memenangi perang melawan Covid-19 saat ini. Karenanya, seluruh elemen masyarakat harus terus meningkatkan disiplin penerapan pembatasan sosial untuk memutus rantai penularan Covid-19," ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (10/5/2020).

Sebaliknya, kata Mantan Ketua DPR RI itu, kinerja perekonomian negara dipastikan semakin memburuk jika pembatasan sosial harus berkepanjangan akibat ketidakpedulian bersama memutus rantai penularan Covid-19.

Kepala Badan Bela Negara Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI) itu mengungkapkan pembatasan sosial

"Gambaran tentang terus memburuknya perekonomian nasional telah dipaparkan pemerintah. Satu-satunya motor pertumbuhan yang seharusnya masih bisa diandalkan adalah konsumsi masyarakat, karena baik investasi maupun ekspor tumbuh negatif. Namun, pertumbuhan konsumsi masyarakat pun telah melemah akibat PSBB yang semakin meluas," jelas Bamsoet seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan, saat ini masyarakat hanya fokus belanja bahan pangan. Belanja kebutuhan rumah tangga lainnya turun signifikan. Permintaan sandang hingga alas kaki anjlok. Pengeluaran biaya transportasi menurun sangat tajam.

Dalam situasi normal, konsumsi bisa tumbuh di kisaran lima persen. Namun, per kuartal I tahun 2020, konsumsi hanya tumbuh 2,84 persen karena dipengaruhi faktor PSBB.

"Biasanya, momentum bulan Ramadhan menuju Idul Fitri akan mendongkrak permintaan atau konsumsi. Faktor lain yang ikut mendorong tingginya permintaan adalah tahun ajaran baru, yakni belanja masyarakat untuk aneka kebutuhan pelajar. Tahun ini, kontribusi dua faktor itu terhadap pertumbuhan konsumsi pun dipastikan tidak signifikan," kata Bamsoet.

2 dari 3 halaman

Penurunan Jumlah Pasien

Beberapa kementerian telah membuat timeline atau rencana kegiatan tentang skenario pemulihan ekonomi dalam sejumlah tahapan.

Misalnya, kapan sektor industri bisa mulai berproduksi lagi dan kapan saatnya mengizinkan kegiatan di pusat belanja atau toko. Pemerintah juga telah coba memulainya dengan melonggarkan pembatasan di sektor transportasi.

"Namun, realisasi semua rencana kegiatan pemulihan itu sangat bergantung pada kemampuan semua elemen masyarakat memutus rantai penularan Covid-19. Kemampuan itu harus direfleksikan melalui data riil tentang menurunnya jumlah pasien Covid-19. Karena itu, saya mengajak kita semua bertekad memenangi perang melawan Covid-19, agar kerja pemulihan bisa segera dimulai," pungkas Bamsoet.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓