Update Corona Jumat 8 Mei: 943 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

Oleh Rita AyuningtyasDevira Prastiwi pada 08 Mei 2020, 15:48 WIB
Diperbarui 08 Mei 2020, 15:50 WIB
Achmad Yurianto
Perbesar
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto saat konferensi pers Corona di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (29/3/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Pasien meninggal dunia akibat terinfeksi virus Corona Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Menurut Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, penambahan pasien positif Corona yang meninggal dunia pada hari ini, Jumat (8/5/2020) naik 13 orang menjadi 943 orang.

"Kasus meninggal bertambah 13 orang sehingga menjadi 943 orang," ujar Yurianto melalui konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Data update pasien Corona Covid-19 ini tercatat sejak pukul 12.00 WIB, Kamis, 7 Mei 2020 hingga pukul 12.00 WIB, Jumat (8/5/2020).

2 dari 3 halaman

Mudik Lokal Jabodetabek Diperbolehkan

Penyemprotan Disinfektan Menggunakan Mobil Gunner
Perbesar
Mobil gunners spraying Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Jalan Asia Afrika, Jakarta, Kamis (7/5/2020). Selama PSBB Jakarta dan sekitarnya, PMI melakukan penyemprotan berskala besar se-Jabodetabek sebagai upaya pencegahan Covid-19. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Sebelumnnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut, tak ada pelarangan mudik lokal selama pandemi virus corona Covid-19.

Mudik lokal yang diizinkan hanya di lingkup wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Tidak dilarang Jabodetabek, melakukan pergerakan antar-Jabodetabek boleh. Misalnya, dari Bekasi ke Depok, boleh," ujar Syafrin saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2020).

Syafrin menyebut, pihaknya tidak akan menghentikan laju kendaraan di wilayah Jabodetabek selama mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Tapi dengan melaksanakan protokol yang tepat, pakau masker, cuci tangan. Itu upaya kita menghindari wabah (corona Covid-19)," kata Syafrin.

Sementara untuk mudik atau pergerakan masyarakat yang akan menuju luar Jobodetabek, Syafrin menegaskan hal tersebut tetap dilarang. Termasuk operasional bus antar kota antar provinsi (AKAP).

"Yang antar kota antar provinsi itu enggak boleh. Yang AKAP yang tidak boleh. Kalau mereka akan beroperasi kita akan stop operasi," kata dia.

Syafrin menyatakan Dishub DKI masih akan berpedoman pada Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah.

"Tentu pedoman kita Permenhub 25 tahun 2020, tentang pengendalian mudik, dan surat edaran ketua gugus tugas Covid-19," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓