Dinsos DKI Akui Ada Disinformasi Data di Bansos Covid-19 Pertama   

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 06 Mei 2020, 19:26 WIB
Diperbarui 06 Mei 2020, 19:26 WIB
FOTO: Melihat Proses Pengemasan Bantuan Sosial Pemerintah Pusat
Perbesar
Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah pusat menyalurkan paket bansos selama tiga bulan untuk mencegah warga mudik dan meningkatkan daya beli selama masa pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah menyatakan, ada disinformasi data yang harus dilakukan pemutakhiran dalam pembagian bantuan sosial terdampak corona Covid-19.

"Kemarin rencana awal kan 1,2 juta (KK), dan yang sudah kita distribusikan 1,163 juta sekian, itu penerima tahap pertama," kata Irmansyah saat rapat bersama DPRD DKI, Rabu (6/5/2020).

Pemutakhiran data, lanjut Irmansyah, terus dilakukan Pemprov DKI. Salah satunya dengan mendata langsung melalui sumber RW setempat. Hal in demi menjangkau penyaluran tepat sasaran kepaa mereka yang butuh.

"Update data terutama bagi mereka yang layak, dan itu sudah dilakukan juga dengan beberapa sumber termasuk formulir dari RW, kemudian nanti data itu sampai tercatat di Kominfo," jelas dia.

Seperti diketahui, data pendistribusian Bansos DKI untuk masyarakat terdampak Covid-19 selama masa masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih menjadi polemik. Gubernur DKI Anies Baswedan dalam keterangan resminya membenarkan hal tersebut.

Menurut dia, disinformasi data sehingga menyebabkan bantuan salah sasaran akan terus diperbaiki. Dia mengatakan para penerima yang terdata namun tidak seharusnya juga telah sukarela diteruskan kepada mereka yang selayaknya.

"Kita menjangkau 1,2 juta keluarga dan Alhamdulilah sudah terdistribusi dengan baik. Apakah sempurna? Tidak, ada 1,6% dari distribusi yang sampai kepada orang yang tidak berhak, lalu dikembalikan," ujar Anies saat jumpa pers di Balai Kota DKI, Jumat 1 Mei 2020.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya