Update Corona Selasa 5 Mei: Total Pasien Positif Covid-19 Jadi 12.071 Orang

Oleh Nafiysul QodarRinaldo pada 05 Mei 2020, 15:47 WIB
Diperbarui 05 Mei 2020, 15:49 WIB
Achmad Yurianto
Perbesar
Juru Bicara Penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto saat konferensi pers Corona di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (25/4/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona Covid-19 Achmad Yurianto menuturkan, jumlah pasien positif Covid-19 pada Selasa (5/5/2020) bertambah 484 orang. Dengan demikian, totalnya mencapai 12.071 orang.

"Hari ini jumlah pasien positif Covid-19 bertambah 484 orang, sehingga total menjadi 12.071 orang," ujar Yurianto melalui konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020).

Dari total angka tersebut, jumlah kasus sembuh dari corona Covid-19 hari ini bertambah 243 orang. Sehingga total kasus sembuh hingga saat ini menjadi 2.197 orang. 

Sementara untuk penambahan pasien yang meninggal akibat corona Covid-19, hari ini ada 8 orang, sehingga total bertambah menjadi 872 orang.

Semua data pasien corona Covid-19 tersebut dikumpulkan dari pukul 12.00 WIB, Senin 4 Mei 2020 hingga pukul 12.00 WIB, Selasa (5/5/2020).

Yurianto mengingatkan kepada semua masyarakat untuk menjaga jarak, lebih dari 2 meter, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan tetap produktif selama di rumah.

 

2 dari 3 halaman

Metode Deteksi Virus Corona

Sebelumnya, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, saat ini ada tiga jenis tes untuk mendeteksi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

Pertama adalah tes menggunakan Real Time - Polymerase Cgain Reaction (RT-PCR). Tes ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup tinggi bahkan hampir 95 persen.

"RT PCR inilah yang dipakai di seluruh dunia untuk memastikan apabila sampel berupa swabnya diambil dari hidung atau tenggorokan, itu bisa dites dan menunjukkan positif atau negatif terhadap virus SarsCov 2 ini," kata Wiku di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020).

Tes kedua yakni Tes Cepat Molekuler (TCM). Tes ini menggunakan sebuah relatif yang begitu cepat yang dilakukan secara molekuler dan memunyai sensitifitas sekitar 95 persen.

"TCM, tes cepat molekuler, menggunakan sebuah yang relatif cepat, dilakukan secara molekuler, dan ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas cukup tinggi sekitar 95 persen," kata Wiku.

Kendati hampir sama dengan RT-PCR untuk mendeteksi Corona, TCM dinilai lebih cepat. Pasalnya, tes RT-PCR harus memerlukan reagen dan sampel.

"Kalau yang RT PCR tadi sering disebut sebagai open system jadi sistemnya terbuka, memerlukan reagen dan sampel, dan bisa di lakukan tes dengan relatif cepat beberapa jam sudah bisa ketemu hasilnya," kata Wiku.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓