3 Jurus Anies Baswedan Perang Lawan Corona

Oleh Maria Flora pada 02 Mei 2020, 13:28 WIB
Diperbarui 02 Mei 2020, 13:29 WIB
Melihat Posko COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta

Liputan6.com, Jakarta Berperang melawan Corona kini gencar dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Segala bentuk pencegahan terus digalakkan agar wabah Covid-19 tidak meluas.

Kian hari jumlah pasien positif Corona di Ibu Kota terus bertambah, meski ada tren penurunan dalam jumlah penambahannya. Juru Bicara Penangangan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, hingga Jumat, 1 Mei 2020 pasien positif di Jakarta telah mencapai 4.283 kasus.

Jumlah tersebut, masih menjadikan Jakarta sebagai provinsi dengan angka positif Covid-19 terbanyak di 34 wilayah di Tanah Air dari total 10.551 Orang.

Oleh karena itu, Gubernur Anies Baswedan meminta semua pihak jangan kendor menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)

"Ini tidak boleh diartikan sebagai PSBB-nya kendor. Kita harus lebih disiplin lebih ketat karena masih ditemukan kasus-kasus positif di masyarakat," kata Anies saat konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jumat, 1 Mei 2020.

Aturan baru akan mulai diterapkan Anies Baswedan agar kasus positif Corona di Jakarta tidak semakin meningkat. Salah satunya dengan memperketat aturan masuk ke Ibu Kota usai Lebaran nanti.

Berikut sejumlah langkah Anies untuk menekan jumlah pasien positif Corona di wilayah DKI Jakarta: 

2 dari 5 halaman

Perketat Syarat Masuk Jakarta

Jakarta Diprediksi Jadi Kota Paling Padat Penduduk pada 2035
Lansekap pemukiman penduduk berlatar gedung bertingkat terlihat dari Tanah Abang, Jakarta, Selasa (21/5). Laporan Oxford Economics berjudul Global Cities 2018 menyebut Jakarta akan jadi kota dengan jumlah penduduk terbesar di dunia pada 2035, yakni 38 juta jiwa. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Belakangan diketahui ada sekitar 24 persen warga Jakarta yang telah mudik ke daerah asal. Bahkan sejak diresmikannya aturan larangan mudik oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi, masih ada sejumlah warga yang tetap pergi mudik dengan berbagai cara. 

Terkait hal ini, usai Lebaran berakhir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperketat aturan masuk ke Ibu Kota.

Anies menuturkan, pihaknya kini tengah menyusun aturannya.

"Kita sedang menyusun regulasi untuk membatasi pergerakan orang masuk Jakarta sesudah musim Lebaran. Karena itu bagi warga Jakarta, seperti juga arahan bapak Presiden untuk tidak meninggalkan tempat kegitan saat ini, tidak mudik tidak pulang kampung," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Dia menyarankan agar warga untuk menaati anjuran tersebut selama wabah Corona berlangsung. Jika tidak, ada kemungkinan, Anda sulit masuk kembali ke Jakarta. 

Anies menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan memperketat aturan masuk ke Ibu Kota selama PSBB Corona masih berlangsung.

3 dari 5 halaman

Jumlah Bansos Tersalurkan 98 Persen

Paket Kontrak Pembangunan MRT Fase II Resmi Ditandatangani
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi sambutan saat penandatanganan paket kontrak Pembangunan MRT Fase 2 di Jakarta, Senin (17/2/2020). Konstruksi proyek MRT Jakarta Fase II paket pertama dari Bundaran HI hingga Harmoni (CP201) dimulai Maret 2020- Desember 2024. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Anies juga menyebut, bahwa pihakya kini telah menyalurkan menyalurkan 98 persen bantuan sosial (bansos) kepada warga yang membutuhkan di DKI Jakarta. Penyaluran dilakukan selama masa Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kami bersyukur sekitar 98 persen telah terdistribusi dengan baik," ujar Anies dalam konferensi pers, Jumat, 1 Mei 2020.

Untuk penyaluran bansos periode pertama ini menurut Anies sudah tersampaikan ke 1,2 juta kepala keluarga.

Meski demikian, Anies menyebut masih ada kekurangan dalam penyaluran tersebut. Sebab, masih ada sekitar 1,6 persen bantuan salah sasaran.

"Pertama sudah sampai 1,2 juta keluarga. Apa sempurna? Tidak, ada kekurangan sana sini buat kita perbaiki," kata Anies.

4 dari 5 halaman

Minta Warga Disiplin

Meski jumlah kasus Corona di DKI Jakarta menurun beberapa hari ini, namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ini bukan berarti Jakarta sudah merdeka dari Covid-19.

"Jadi adanya peristiwa penurunan beberapa hari ini, tidak boleh diartikan ini selesai. Jakarta masih belum merdeka dari Covid. Kita masih arus bertempur melawan Covid," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Oleh karena itu, dia meminta penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terkait Corona tidak boleh kendor. Justru, lanjut dia, penerapan PSBB harus diperketat.

"Ini tidak boleh diartikan sebagai PSBB-nya kendor. Kita harus lebih disiplin lebih ketat karena masih ditemukan kasus-kasus positif di masyarakat," kata Anies soal penanganan wabah Corona di Jakarta. 

Untuk itu dia berharap, warga Jakarta berkegiatan dari rumah. Baik itu kegiatan sosial, ekonomi, budaya, agama, dari rumah.

"Makin disiplin kita makin cepat selesai. Makin tidak disiplin, makin lama selesainya," kata Anies.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓