Pembelian BBM Bersubsidi Lewat MyPertamina Diyakini Akan Berhasil Nantinya

Oleh Liputan6.com pada 03 Jul 2022, 21:19 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 16:30 WIB
Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina
Perbesar
Petugas melakukan pengisian bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Kamis (30/6/2022). PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar, secara terbatas bagi pengguna yang sudah terdaftar pada sistem MyPertamina, mulai 1 Juli mendatang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mulai membuka pendaftaran MyPertamina melalui situs subsiditepat.mypertamina.id untuk pembelian Pertalite dan Solar pada 1 Juli 2022 ini.

Berkomitmen menjalankan amanah penugasan pemerintah dalam menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading terus berupaya dalam memastikan penyaluran BBM bersubsidi dapat tepat sasaran dan tepat kuota.

Kenyataan di lapangan, saat ini menunjukkan bahwa penyaluran BBM subsidi seperti Pertalite maupun Solar masih memiliki berbagai tantangan.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi. Teddy menyebut, tujuan penggunaan aplikasi MyPertamina agar subsidi tepat sasaran.

"Saya yakin semua juga sepakat bahwa subsidi harus tepat sasaran, yang dipermasalahkan hanyalah cara. Tapi yang pasti, cara sebelumnya tidak berhasil karena banyak kendaraan yang tidak masuk kategori subsidi membeli bahan bakar subsidi," ujar Teddy melalui keterangan tertlis, Minggu (3/7/2022).

Teddy kemudian mencontohkan saat pembayaran tol dari tunai menjadi non tunai banyak menuai pro dan kontra.

"Tapi akhirnya semuanya bisa menggunakan non tunai. Ini hanya masalah kebiasaan saja, bahkan sekarang ini lagi transisi pembayaran tol non tunai nirsentuh, pasti nanti akan ada yang tidak sependapat juga, tapi endingnya terbiasa," papar Teddy.

Teddy mengakui pastinya di masa transisi ini pastinya akan ada kendala. Tetapi diyakininya pasti akan ada perbaikan dari Pertamina.

"Tentu saja akan ada koreksi dan perbaikan-perbaikan dalam penggunaan aplikasi mypertamina, karena saat ini dalam masa transisi, akan ditemukan kendala-kendala dilapangan, sehingga nanti ketika sudah digunakan serentak, sudah tidak ada lagi kendala berarti," terang dia.

 


Yakin Pertamina Bisa Terima Masukan

Pertamina menerapkan mekanisme baru yakni dengan cara pendaftaran BBM lewat website subsiditepat.mypertamina.id khusus untuk kendaraan roda empat.
Perbesar
Pertamina menerapkan mekanisme baru yakni dengan cara pendaftaran BBM lewat website subsiditepat.mypertamina.id khusus untuk kendaraan roda empat.

Teddy lantas mempertanyakan apakah yang menjadi masalah. Cara ini menjadi solusi untuk bisa menyalurkan BBM bersubsidi tepat sasaran.

"Jadi yang mau dipermasalahkan itu apa? Tidak setuju subsidi tepat sasaran atau tidak setuju teknis aplikasi mypertamina? Kalau tidak setuju lalu apa solusinya? Jangan hanya tidak setuju saja, tapi tidak ada solusinya. Karena tentu keputusan menggunakan aplikasi mypertamina ini sudah berdasarkan riset mendalam, bukan simsalabim," sambung Teddy.

Teddy pun juga yakin jika Pertamina tidak akan masalah dengan masukan-masukan yang diberikan oleh maasyarakat.

"Pertamina tentu juga tidak alergi menerima masukan untuk menyempurnakan aplikasi tersebut, sehingga ketika diaplikasikan mudah dan cepat dan tujuan agar subsidi tepat sasaran berjalan dengan baik," jelas Teddy.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mulai membuka pendaftaran MyPertamina melalui situs subsiditepat.mypertamina.id untuk pembelian Pertalite dan Solar pada 1 Juli 2022 ini. Namun, belum apa-apa aplikasi digital MyPertamina langsung mendapat cap kurang baik dari warganet.

 


Banyak Keluhan

Nantinya beli pertalite pakai MyPertamina menjadi hal yang diharuskan agar masyarakat bisa mendapatkan BBM subsidi. Foto: Pertamina
Perbesar
Nantinya beli pertalite pakai MyPertamina menjadi hal yang diharuskan agar masyarakat bisa mendapatkan BBM subsidi. Foto: Pertamina

Itu terlihat dari komentar sejumlah netizen melalui laman Twitter. Tidak sedikit yang mengeluh, MyPertamina tidak bisa digunakan atau eror di hari pertamanya.

"Barusan daftar mypertamina pas masukin kode verifikasi selalu eror udah 10x heeyy begitu. Gua mau isi bensin niih pagi ini," tulis akun @match**********, Jumat 1 Juli 2022.

Keluhan lainnya diutarakan akun @dian**** yang mengatakan, "@MyPertaminaID min, mau daftar di aplikasi mypertamina kok eror ya, tidak bisa mengirim kode otp."

Menjawab berbagai cuitan tersebut, Pertamina melalui akun Twitter resmi MyPertamina pun mengonfirmasi, aplikasi tersebut memang sedang ada perbaikan.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, saat ini aplikasi MyPertamina sedang ada peningkatan sistem, sehingga sobat tidak menerima sms OTP, silakan sobat tunggu maksimal 1x24jam. Terima kasih tetap setia menggunakan aplikasi MyPertamina," tulis akun Twitter resmi @MypertaminaID.

Tak hanya di Twitter, kekecewaan warganet juga dilampiaskan dengan memberikan rating buruk pada aplikasi MyPertamina. Platform tersebut mendapat skor penilaian 1,1 pada Google Play Store.

 


Lindungi Hak Subsidi Energi Masyarakat Rentan

Pertamina meminta masyarakat yang ingin membeli BBM subsidi pertalite dan solar mendaftar ke website MyPertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/. Pendaftaran dibuka mulai 1 Juli 2022.
Perbesar
Pertamina meminta masyarakat yang ingin membeli BBM subsidi pertalite dan solar mendaftar ke website MyPertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/. Pendaftaran dibuka mulai 1 Juli 2022.

Berkomitmen menjalankan amanah penugasan pemerintah dalam menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading terus berupaya dalam memastikan penyaluran BBM bersubsidi dapat tepat sasaran dan tepat kuota.

Kenyataan di lapangan saat ini menunjukkan bahwa penyaluran BBM subsidi seperti Pertalite maupun Solar masih memiliki berbagai tantangan.

Tantangan itu di antaranya adalah penyaluran yang tidak tepat sasaran, di mana pengguna yang seharusnya tidak berhak ikut mengkonsumsi BBM bersubsidi dan ini turut mempengaruhi kuota yang harus dipatuhi Pertamina Patra Niaga selaku badan usaha yang ditugaskan.

“Sebanyak 60 persen masyarakat mampu atau yang masuk dalam golongan terkaya ini mengkonsumsi hampir 80 persen dari total konsumsi BBM bersubsidi. Sedangkan 40 persen masyarakat rentan dan miskin hanya mengkonsumsi 20 persen dari total subsidi energi tersebut. Jadi diperlukan suatu mekanisme baru, bagaimana subsidi energi ini benar-benar diterima dan dinikmati yang berhak,” jelas Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting.

Subsidi yang tepat sasaran ini menjadi penting, mengingat pemerintah sendiri telah berkontribusi besar mengalokasikan dana hingga Rp 520 triliun untuk subsidi energi di tahun 2022.

Dalam memastikan subsidi energi ini pun, Pertamina Patra Niaga juga harus mematuhi regulasi yang berlaku, seperti Peraturan Presiden No. 191/2014 serta Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas No. 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020.

“Seluruh regulasi mengenai segmentasi pengguna, kuota, dan regulasi terkait penyaluran lain sudah tertuang dalam regulasi tersebut. Namun, di lapangan masih tidak tepat sasaran. Pertamina Patra Niaga selaku yang ditugaskan juga berinisiatif, memastikan penyaluran di lapangan ini bisa berjalan lebih tepat sasaran dengan uji coba awal pencocokan data berbasis sistem atau digital menggunakan MyPertamina,” lanjut Irto.

Infografis Cara Daftar & Beli Pertalite & Solar Subsidi Pakai MyPertamina Mulai 1 Juli 2022
Perbesar
Infografis Cara Daftar & Beli Pertalite & Solar Subsidi Pakai MyPertamina Mulai 1 Juli 2022 (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya