Komisi IV Buka Suara soal Ketahanan Pangan dan Nasib Petani di Masa Pandemi Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 25 Apr 2020, 21:58 WIB
Diperbarui 25 Apr 2020, 23:22 WIB
sawah
Perbesar
Ilustrasi luas lahan yang siap digarap para petani.

Liputan6.com, Jakarta - Gencarnya distribusi bantuan bibit benih serta alat mesin pertanian (alsintan) dapat menjadi stimulus kepada kalangan petani pada masa pandemi wabah virus Covid-19 saat ini.

Anggota Komisi IV DPR RI Ema Ummiyatul Chusnah mengatakan, di masa wabah virus Covid-19 yang melanda Indonesia, penyaluran bibit benih dan alsintan oleh Kementan adalah cara tepat untuk tetap menjaga ketahanan pangan serta kesejahteraan petani.

Menurut Ema, dengan begitu Kementan membuktikan benar-benar menaruh perhatian utama tehadap terpenuhinya stok pangan selama pandemi wabah virus Covid-19 sesuai jaminan diberikan.

"Petani tetap terjamin juga bisa produktif sehingga terjaga kesejahteraannya saat situasi wabah virus Covid-19. Sekarang kan sudah mulai ada yang melakukan panen. Bahkan ingin bersiap masuk panen raya," ucap Ema, Sabtu (25/4/2020).

Ema yakin Kementan akan tetap memprioritaskan kebutuhan petani agar terjaga produktivitasnya meskipun mengalami pengurangan anggaran untuk alokasi penanggulangan krisis wabah virus Covid-19.

Sebagai informasi, Kementan telah menyusun berbagai upaya strategis dalam situasi wabah Covid-19 sehingga dapat memenuhi ketersediaan pangan sekaligus tetap mensejahterakan hidup petani.

Salah satu bagiannya adalah yang disiapkan Kementan yaitu mempercepat bantuan sarana produksi seperti alsintan, bibit, pupuk, pakan ternak, obat hewan, dan sarana produksi lainnya.

Distribusi benih dan alsintan tersebut telah tampak realisasinya ke beberapa daerah di Indonesia, seperti ke wilayah di Pulau Jawa, Sulawesi serta Sumatera, sementara ini.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓