Cerita Pilu dari Anak-Anak yang Terpapar Covid-19 di Tengah Pandemi Corona

Oleh Maria Flora pada 25 Apr 2020, 15:19 WIB
Diperbarui 25 Apr 2020, 15:19 WIB
Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona di Ruang ICU RS Wuhan

Liputan6.com, Jakarta Wabah virus Corona kini telah menyebar ke 34 provinsi di Tanah Air. Hingga Jumat, 24 April 2020, jumlah pasien positif Covid-19 meningkat menjadi 8.211 orang, setelah ada penambahan 436 kasus baru.

"Sehingga total menjadi 8.211," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di Gedung BNPB Jakarta, Jumat, 24 April 2020.

Dari jumlah tersebut, di antaranya ada anak-anak yang ikut terular virus mematikan asal Kota Wuhan, China ini. Ya, Corona, tak lagi memandang tua muda maupun batasan usia.

Bahkan belum lama ini seorang bayi berusia 4 bulan dinyatakan positif Covid-19 setelah kembali ke Tanah Air bersama sang ibu usai bekerja di Malaysia.

Selain itu, ada dua bocah asal Solo, Jawa Tengah yang diduga terpapar lewat transmisi lokal.

"Kalau (kasusnya) begini biasanya tertular dari orang dekat. Tertularnya bisa dari orangtua atau pengasuh. Tapi bisa juga anak-anak tertular saat bermain di luar. Kita tracing dulu," ujar Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani yang juga menjabat sebagai Sekda Solo, Jumat, 24 April 2020.

Ada lagi seorang bayi berumur 2 tahun di Pekanbaru Riau yang positif Corona lantaran tertular dari sang kakek (54) yang memiliki riwayat perjalanan ke Bekasi, Jawa Barat.

Dihimpun dari Liputan6.com, berikut ini sederet cerita pilu dari sejumlah anak-anak yang terpapar virus Corona: 

2 dari 6 halaman

Diduga Transmisi Lokal

Bocah 6 Tahun Ini Meninggal Saat Mencoba 'Terbang' dari Beranda
Bocah ini tewas saat akan 'terbang' menirukan karakter anime (Ilustrasi/mmn.com)

Pada Kamis, 23 April 2020, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan, jumlah pasien yang positif terinfeksi virus Corona Covid-19 naik dari 13 pasien menjadi 15 pasien.

Dua pasien tambahan itu berasal dari golongan anak-anak yang sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Ahyani mengungkapkan kedua anak yang positif corona itu berusia di bawah 10 tahun. Adanya golongan anak-anak yang terpapar positif corona, ia pun menduga jika saat ini telah terjadi transmisi lokal untuk penyebaran Covid-19 di Solo.

"Dua pasien terkonfirmasi Covid-19 anak-anak ini statusnya naik kelas dari PDP menjadi positif. Kita sangat kasihan dengan anak-anak itu," kata dia di Solo, Jumat, 24 April 2020.

Keduanya merupakan warga Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres dan Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari.

"Kalau (kasusnya) begini biasanya tertular dari orang dekat. Tertularnya bisa dari orangtua atau pengasuh. Tapi bisa juga anak-anak tertular saat bermain di luar. Kita tracing dulu," ujar Ahyani yang juga menjabat sebagai Sekda Solo.

Saat ini, dua pasien anak-anak itu telah mendapatkan perawatan yang intensif di rumah sakit. Lantaran usianya masih di bawah 10 tahun, pihaknya meminta kepada rumah sakit untuk menyediakan penanganan khusus kepada pasien itu.

"Usianya kan masih segitu jadi masih sangat membutuhkan orangtua. Untuk pasien anak-anak itu seharusnya memang ada pendampingan psikologi," sebutnya. 

3 dari 6 halaman

Tertular Pasien Klaster Gowa

Konpress Gugus Tugas Covid-19 Kota Jambi
Juru bicara penanganan Covid-19 Jambi, Johansyah saat menyampaikan keterangan pasien terkait pasien positif, Rabu (24/4/2020). Per 24 April 2020 jumlah kasus positif di Jambi mencapai 18 orang. (Liputan6.com / dok Humasprov Jambi/ Gresi Plasmanto)

Sementara itu di Jambi, jumlah pasien terkonfirmasi positif Corona Covid-19 bertambah empat orang, pada Jumat, 24 April 2020. 

Dari 4 pasien tersebut, dua diantaranya merupakan bocah berusia 7 tahun dan 16 tahun yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Surya Khairudin Merlung, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Jambi Johansyah mengatakan, 4 tambahan pasien kasus positif corona Covid-19 itu antara lain 3 orang berasal dari Kabupaten Tanjungjabung Barat dan 1 orang dari Kota Jambi. Dengan tambahan itu, saat ini total pasien yang terkonfirmasi positif berjumlah 18 orang.

Dia mengemukakan pasien 15 yang berasal dari Kota Jambi adalah seorang laki-laki berusia 18 tahun yang saat ini dirawat RSUD Raden Mattaher Jambi. Pasien 15 sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta dan transit di Bandara Palembang.

Kemudian untuk pasien yang berasal dari Kabupaten Tanjungjabung Barat, yakni pasien 16 yang merupakan seorang perempuan berusia 15 tahun, dan pasien 17 seorang perempuan 38 tahun serta pasien 18 berusia 7 tahun.

"Yang 3 orang dari Tanjab Barat ini, dua orang masih anak-anak, mereka mempunyai kontak erat dengan pasien 06 yang terkait dengan klaster Gowa, pasien 06 ini sekarang masih dirawat di RSUD Abdul Manap Kota Jambi," kata Johansyah lewat video konferensi.

4 dari 6 halaman

Positif Corona Setelah Pulang dari Malaysia

Mengintip Ruang Isolasi Pasien Virus Corona di RSUP Persahabatan
Aktivitas tim medis saat menangani pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau COVID-19 di ruang isolasi Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2020). Sebanyak 10 dari 31 pasien yang dipantau dan diawasi RSUP Persahabatan merupakan pasien rujukan. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Jumlah pasien positif Corona di Sumatera Selatan bertambah 13 kasus pada Jumat 24 April 2020. Salah satu pasien baru yang terkonfirmasi positif adalah bayi berusia 4 bulan.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Yusri mengungkapkan, bayi tersebut berasal dari Ogan Ilir yang merupakan anak seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang baru pulang dari Malaysia. Saat ini, bayi tersebut menjalani perawatan di sebuah rumah sakit.

"Bayi itu berusia empat bulan, anak seorang TKW. Dia pasien positif ke-99," ungkap Yusri, Jumat (24/4/2020).

Awalnya, bayi itu diketahui positif Corona dari hasil pemeriksaan rapid test begitu tiba di Palembang. Hasil sama juga muncul pada pemeriksaan swab.

Dengan demikian, hingga kini ada dua bayi di Sumsel yang positif Covid-19 setelah sebelumnya bayi perempuan asal Musi Banyuasin dinyatakan terinfeksi virus Corona.

"Ibunya justru negatif, dan terlacak bayi itu tertular dari seorang TKI yang sebelumnya positif, kasusnya impor," ujar Yusri.

5 dari 6 halaman

Tertular dari Sang Kakek

virus corona covid-19
ilustrasi virus corona covid-19/copyright by diy13 (Shutterstock)

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Covid-19 Riau, dr Indra Yopi mengatakan, jumlah pasien sembuh virus Corona atau covid-19 di Riau bertambah tiap harinya. Hingga Sabtu malam, 18 April 2020, sudah ada 9 pasien sembuh dari pandemi asal Wuhan, China ini.

Dia pun meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap pasien sembuh tapi menyambut dengan gembira.

"Begitu juga untuk pasien positif ataupun PDP, mari beri dukungan agar sembuh," kata Indra, Sabtu petang.

Indra menjelaskan, saat ini ada 17 pasien positif dirawat di berbagai rumah sakit, baik itu Pekanbaru ataupun kabupaten lainnya. Dari jumlah itu, tiga di antaranya kasus baru di Kota Dumai dan satu lagi di Pekanbaru.

"Yang di Dumai merupakan satu keluarga, satu di antaranya punya riwayat perjalanan ke Bekasi, yaitu S (54)," kata Indra.

Sampai di rumahnya, S berkontak dengan anggota keluarga lainnya inisial K (46). Inisial dimaksud dinyatakan positif Covid-19 dan sudah dirawat bersama S di rumah sakit Kota Dumai.

Penularan tidak hanya sampai di situ. Virus yang mencari inang di bagian paru-paru ini juga menginfeksi bayi berumur dua tahun yang merupakan cucu dari S.

"Berumur dua tahun dan kontak erat dengan S, pasien ini merupakan cucunya," kata Indra.

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓