Top 3 News: Mengapa Vaksin Corona Covid-19 Belum Ditemukan?

Oleh Liputan6.comLizsa EgehamAdy AnugrahadiMaria FloraDevira Prastiwi pada 21 Apr 2020, 09:33 WIB
Diperbarui 21 Apr 2020, 09:54 WIB
Liputan 6 default 5
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta Top 3 news hari ini, sebanyak 2 juta orang lebih di dunia kini terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Segala upaya kini tengah dilakukan para peneliti dari berbagai negara di dunia untuk menemukan vaksin Corona yang telah lama dinantikan.

Hingga Senin, 20 April kemarin, di Indonesia, jumlah pasien positif Corona telah mencapai 6.670 orang, setelah ada penambahan 185 kasus baru. Sementara, kasus meninggal dunia telah mencapai 590 orang.

Lantas, mengapa hingga kini vaksin Corona Covid-19 belum ditemukan?

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia Syahrizal Syarif memaparkan, Covid-19 merupakan jenis virus yang tergolong RNA memilki satu rantai. Hingga memiliki kecenderungan untuk lebih cepat berubah, bermutasi, dan berkembang.

Maka dari itu, pembuatan vaksin lebih sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama dibanding virus yang berjenis DNA dengan dua rantai.

Berita lainnya yang tak kalah menyita perhatian di News Liputan6.com, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyoroti jumlah pasien Corona yang melebihi kapasitas di sejumlah rumah sakit rujukan. 

Pihak rumah sakit diminta memilah mana pasien dengan gejala ringan, sedang, dan berat untuk menghindari terjadinya penolakan bagi pasien dengan alasan rumah sakit penuh.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Senin, 20 April 2020:

2 dari 5 halaman

1. 5 Alasan Vaksin Virus Corona Covid-19 Belum Ditemukan

Lip 6 default image
Perbesar
Gambar ilustrasi

Kasus virus Corona Covid-19 kini telah menyentuh angka hingga hampir 2 juta orang di seluruh dunia. Hal ini seperti dilansir dari Johns Hopkins.

Telah diketahui sebelumnya bahwa untuk memperoleh vaksin virus corona Covid-19 ini tidak membutuhkan waktu yang singkat. 

Salah satu alasan lamanya vaksin corona Covid-19 adalah karena ada dua jenis virus di dunia. Dan Corona merupakan jenis virus yang tergolong RNA.

Sementara corona Covid-19 merupakan jenis virus yang tergolong RNA. Virus berjenis RNA memiliki satu rantai sehingga cenderung lebih mudah dan cepat untuk berubah, bermutasi, dan berkembang.

Maka dari itu, pembuatan vaksin akan lebih sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama lantaran corona mampu bermutasi dengan cepat dibanding virus yang berjenis DNA dengan dua rantai.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Jokowi Minta RS Rujukan Perbaiki Manajemen Tangani Pasien Covid-19

Jokowi Buka Raker Kementerian Perdagangan 2020
Perbesar
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Jokowi meminta dalam raker ini dapat mempercepat prosedur-prosedur yang sebelumnya sangat lama dan berbelit-belit. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta manajemen penanganan di Rumah Sakit Rujukan pasien virus corona (Covid-19) diperbaki. Hal ini agar mengatasi masalah over kapasitas di rumah sakit tersebut.

 "Mengenai perbaikan sistem rujukan dan manajemen penanganan di RS. Ini untuk atasi over capacity dari rumah sakit rujukan yang kita miliki," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Senin (20/4/2020).

Menurut dia, rumah sakit rujukan harus memilah mana pasien dengan gejala ringan, sedang, dan berat. Dengan begitu, maka tak terjadi lagi penolakan pasien dengan alasan rumah sakit penuh.

"Betul betul manajemen harus diatur. Mana (pasien gejala) sedang, ringan, berat dan yang butuh penanganan lebih intensif di RS," jelasnya.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Tak Bisa Pulang, 190 WNA Jemaah Tabliq Akbar Menginap di Tanjung Priok

Ratusan jemaah tablig (JT) di Gorontalo menjalani rapid test dan isolasi selama 14 hari. (Foto: Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)
Perbesar
Ratusan jemaah tablig (JT) di Gorontalo menjalani rapid test dan isolasi selama 14 hari. (Foto: Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Jemaah tabliq akbar berkewarganegaraan asing terpaksa menginap di Masjid Al Muttaqien, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Menurut data yang disampaikan Ketua RT 024/RW 001 Suparjiono, jumlahnya sekira 190 orang.

Suparjiono menjelaskan, jemaah yang berada di masjid tersebut berasal dari berbagai negara seperti India, Bangladesh, Pakistan dan sebagainya. 

Sejak beberapa hari lalu mereka singgah sementara di Masjid Al Muttaqien karena program dakwah terhenti akibat virus Corona atau Covid-19 merajalela di Indonesia.

Total keseluruhan jemaah awalnya 266 orang. Sebanyak 24 jemaah di antaranya ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓