Kisah Pilu Pria di Batam Jual Ponsel Rusak Rp 10 Ribu untuk Beli Beras di Tengah Wabah Corona

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 17 Apr 2020, 05:57 WIB
Diperbarui 17 Apr 2020, 07:15 WIB
Postingan Hotman Paris soal bapak di Batam jual ponsel rusak demi hidupi keluarga.
Perbesar
Postingan Hotman Paris soal bapak di Batam jual ponsel rusak demi hidupi keluarga. (Foto: Instagram Hotmanparisofficial)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah postingan dari pengacara Hotman Paris, memantik rasa iba setiap orang yang melihatnya. Hotman mengunggah seorang bapak dan anaknya yang diketahui menjual ponsel rusak miliknya seharga Rp 10 ribu demi menghidupi keluarganya.

"Ini di Batam, tolong pengusaha Batam kasih bantuan!!! 10 kg beras akan berarti bagi mereka," tulis Hotman Paris kepada pengikutnya di media sosial, Kamis (16/4/2020).

Dirkrimum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto tergugah dan mengonfirmasi apakah unggahan tersebut adalah benar. Dikatakannya, pria tersebut bernama Ason, dia berkeliling untuk menjual hape rusaknya seharga Rp 10 ribu demi dapat membeli beras untuk makan keluarganya dan anak-anaknya.

"Saya dapat share dari teman di mention ada status Hotman Paris di IG (Instagram) dan berita di media lokal Batam, yang kasih saya mention itu teman sekolah dari Jakarta, minta tolong dicek dong benar tidak ini beritanya," kata Kombes Arie saat dihubungi Liputan6.com, Kamis 16 April 2020, malam.

Arie langsung tancap gas bersama beberapa anggota polisi dan mencari tahu keberadaan Ason dan keluarganya. Usai mendapat info, diketahui bahwa mereka tinggal di daerah Batu Aji, Desa Gulung.

"Saya kunjungi langsung siang tadi, berangkat dan setelah sampai keadaanya cukup memprihatinkan dan handphone itu masih ada tapi rusak yang dijual Rp 10 ribu," tutur Kombes Arie.

Arie mengaku tak bisa berkata banyak saat melihat kondisi mereka. Diketahui Ason tinggal sudah cukup lama di Batam dan harus menghidupi istri dan tujuh orang anak.

"Saya tak bisa beri apa-apa tadi, karena mendadak jadi ada ya tapi sedikit," lanjut Kombes Arie.

Kombes Arie menceritakan, dua dari tujuah anak Ason adalah remaja, mereka semua putus sekolah. Pendidikan terakhir hanya sampai bangku SMP. Pilunya lagi, salah satu anaknya yang terbilang masih kecil adalah penyandang disabilitas.

Menurut Arie, Ason dulunya adalah seorang pekerja serabutan di bengkel las. Namun karena fisik yang semakin lemah, dia sering sakit-sakitan, dan menderita muntah darah.

2 dari 2 halaman

Istri Buruh Cuci

Penderitaan Ason menjadi lebih berat seiring pandemi Covid-19. Tidak ada yang mau mempekerjakannya saat ini. Sehingga terpaksa di rumah saja dan tidak ada pemasukan untuk makan sehari-hari.

Istri Ason, diceritakan Kombes Arie, hanyalah seorang buruh cuci. Tidak banyak pemasukannya dan diperparah dengan situasi saat ini.

Kombes Arie berharap, Ason dan keluarga mendapat bantuan sosial tunai pemerintah seiring masa tanggap darurat penanganan Covid-19. Dengan begitu, Kombes Arie meyakini, beban ekonomi keluarga malang ini bisa terbantu.

"Tapi sepertinya keluarga Ason belum terdata karena tempat tinggalnya ini dipinjamkan bukan atas namanya, jadi saya berdoa semoga Bapak Ason bisa mendapat bantuan tersebut," tandas Kombes Arie.

Lanjutkan Membaca ↓