Gugus Tugas: Dokter dan Perawat Masih Dibutuhkan untuk RS Rujukan Corona Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 16 Apr 2020, 13:42 WIB
Diperbarui 16 Apr 2020, 13:42 WIB
Relawan
Perbesar
Di Graha BNPB, Jakarta (2/4/2020), Ketua Relawan Covid-19 Andre Rahadian menyampaikan, data yang masuk per tanggal 1 April 2020 pukul 17.00 WIB ada 15.250 relawan. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Covid-19, Andre Rahadian menyebut saat ini sudah ada 23.472 relawan yang sudah terdaftar. Mayoritas diisi relawan nonmedis.

"Sampai hari ini ada 23.472 relawan yang terdaftar, dimana 4.401 orang masuk relawan medis, sedangkan 19.071 orang termasuk relawan non medis," kata Andre di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Dia mengatakan seluruh relawan tersebar dari provinsi Aceh hingga Papua. Jumlah relawan terbesar berada di provinsi Jawa Barat sebanyak 5.900 orang.

Meski begitu, dia mengaku pihaknya masih membutuhkan relawan medis untuk ditempatkan di rumah sakit rujukan. Jumlah relawan Covid-19 saat ini menurutnya masih kurang. 

"Kita mencoba mengajak seluruh relawan medis terus mendaftar, karena kebutuhan relawan medis di rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat. Karena memang kebutuhannya saya lihat umumnya dokter dan perawat," ucapnya.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Relawan Non-Medis

Untuk itu, lanjut Andre, pihaknya masih tetap membuka pendaftaran bagi para relawan nonmedis.

Nantinya setiap relawan medis akan mendapatkan pelatihan secara online agar bisa langsung terjun ke lapangan untuk penanganan kepada masyarakat terdampak Corona.

"Makin banyak relawan dengan banyaknya wilayah yang masuk ini makin baik," ucap Andre.

 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓