Polisi Duga Pengemudi Sedan Penabrak Rombongan Pekerja di Tol JORR, Mabuk

Oleh Liputan6.com pada 15 Apr 2020, 14:56 WIB
Diperbarui 15 Apr 2020, 14:56 WIB
Ilustrasi Kecelakaan Mobil

Liputan6.com, Jakarta Pengemudi mobil sedan merek Honda Civic dengan nomor polisi B 1106 MZ yang menabrak mobil colt para pekerja proyek di Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) diduga dalam keadaan mabuk. 

"(Pelaku mabuk) ya. Memang dari petugas yang pertama kali datang ke TKP, kemudian mengamankan tersangka memang sempat mencium bau alkohol dari tersangka," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo soal kecelakaan di Tol JORR di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2020). 

Untuk memastikan pengendara sedan berinisial MO ini dalam keadaan mabuk atau tidak, pemeriksaan tes urine dan darah tengah dilakukan.

"Secara hukum kita harus melaksanakan pemeriksaan dan saat ini sudah dilaksanakan pemeriksaan urine, kemudian darah untuk mengetahui apakah dia dalam pengaruh alkohol maupun narkoba," ujar Sambodo.

Sambil menunggu hasil test urine dan darah, kini polisi tengah meminta keterangan dari pelaku dalam kecelakaan di Tol JORR itu. 

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Kronologi

Sebelumnya, kecelakaan di Tol JORR Pasar Rebo tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, tepatnya di KM 29+800. Sebuah mobil sedan merk Honda City dengan nomor polisi B 1106 MZ menabrak 6 pekerja jalan dan mobil proyek.

Semula, korban meninggal dalam kejadian tersebut berjumlah empat orang dan dua mengalami luka berat.

"Dia menabrak para pekerja yang sedang mengerjakan jalan di tol. Terakhir 5 meninggal, 1 luka berat," kata Sambodo saat dikonfirmasi merdeka.com, Jakarta, Rabu (15/4/2020). 

Kini, untuk para korban selamat dan meninggal berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Sementara itu, Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Fahrie Siregar menjelaskan, dari lima orang yang meninggal, empat lainnya meninggal di lokasi kejadian.

"Korban meninggal di lokasi berinisial MA, GG, KAK dan BC. Sedangkan, untuk korban atas nama inisial HK meninggal di RS Polri. Satu korban luka berat atas nama inisial AM," ujar Fahri.

 

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓