PVMBG Sebut 6 Gunung Api di Indonesia Meletus Tidak Bersamaan

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 11 Apr 2020, 10:46 WIB
Diperbarui 11 Apr 2020, 10:49 WIB
gunung meletus
Perbesar
Ilustrasi gunung meletus. (Liputan6.com/Pool/Susi Air)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Bidang Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan meluruskan informasi terkait erupsi Gunung Anak Krakatau bersamaa 5 gunung lain yang terpantau di situs magma.esdm.go.id. Dilihat dari peta Magma Indonesia, tampak Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Anak Krakatau, Gunung Kerinci, Gunung Ibu, dan Gunung Dukono mengeluarkan magma.

Menurut dia, hal itu bukan anomali dan bukan terjadi secara bersama-sama.

"Itu bukan anomali, memang gunung-gunung lain secara berkala juga terus erupsi tiap hari, kalau Gunung Anak Krakatau terjadi erupsi artinya gunung itu yang baru ikut bersama erupsi," kata Hendra saat dihubungi, sabtu (11/4/2020).

Hendra menjelaskan, erupsi gunung terjadi selama bertahun-tahun secara berkala dan semua kejadiannya terus dipantau dan dilaporkan oleh Mitigasi Bencana Geologi.

"Jadi itu gunung-gunung yang sudah erupsi bertahun-tahun jadi kalau erupsi gunung bukan hanya Krakatau tapi juga Gunung Ibu, Gunung Dukono itu meletus itu bertahun-tahun tapi bukan dalam frequensi waktu bersamaan, ada yang berhenti sehari dua hari lalu ikut lagi (erupsi)," terang dia.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Belum Ada Kerusakan

Kepala Pusa Data dan Informasi Komunikasi (Kapusdatin) BNB, Agus Wibowo merilis kondisi kebencanaan pasca erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 10 April 2020 pukul 22.35 WIB.

Menurut data yang didapatnya dari BPBD Kabupaten Lampung Selatan, kondisi di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Sabtu, 11 April 2020 Pukul 04.00 WIB bahwa tidak terpantau adanya bau belerang dan debu vulkanik.

"Pagi ini belum ada laporan kerusakan, kondisi juga turun hujan, dan masyarakat di kecamatan tersebut terutama wilayah sepanjang pantai sudah kembali ke rumah masing-masing," tulis Agus dalam siaran pers diterima, Sabtu (11/4/2020).

Agus merinci desa terdampak di wilayah pesisir pantai seperti Way Mulih, Way Mulih Timur dan Kunjir. Meski sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing, namun saat ini sebagian lainnya masih ada warga yang berjaga dan memantau kondisi.

"BPBD melalui tim reaksi cepat (TRC) telah menghubungi tim pemantau Gunung Anak Krakatau, hasilnya yaitu: Status masih waspada (Level 2) dan aktivitas vulkanik sudah reda. Masyarakat dihimbau tidak panik," yakin dia.

Agus menjelaskan TRC BPBD Kab. Lampung Selatan menggunakan mobil rescue memberi pengumuman kepada masyarakat untuk tetap tenang karena aktivitas gunung sudah reda. TRC BPBD juga dibantu TNI-Polri yang bersiaga di lokasi kejadian untuk membantu warga berjaga.

"Aparat desa dan camat setempat sudah berada di lokasi kejadian memberikan arahan kepada warga dan ampai pagi ini belum ada laporan kerusakan," Agus menandasi.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya