Pasien Rawat Inap di RS Darurat Wisma Atlet Berkurang 5 Orang

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 09 Apr 2020, 10:39 WIB
Diperbarui 09 Apr 2020, 10:39 WIB
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono. (foto: dokumentasi BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono mengatakan, pasien rawat inap di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, pada Kamis (9/4/2020) jam 08.00 WIB, berkurang.

Dengan demikian, ada 522 pasien yang masih menjalani rawat inap. Sedangkan pada Rabu 8 April 2020, ada 527 pasien yang dirawat di RS Wisma Atlet.

"Jumlah pasien yang dirawat berkurang 5 orang," kata Yudo Margono saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang berada di RS Wisma Atlet jumlahnya berkurang.

"Jumlah pasien PDP berkurang 12 orang. Jumlah pasien ODP berkurang 9 orang," ungkap Yudo.

Meski demikian, kata dia, pasien yang terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19 di RS Wisma Atlet bertambah. Sehari sebelumnya berjumlah 318 orang. "Jumlah pasien Covid bertambah 16 orang," pungkas Yudo.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Wisma Atlet Tambah 3 Tower untuk RS Darurat Corona Covid-19

Mengintip Kesiapan RS Darurat COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran
Petugas memeriksa alat pendukung perawatan pasien di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2019). RS Darurat Penanganan COVID-19 hampir 100 persen rampung. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan kembali mempersiapkan tambahan sebanyak tiga tower tambahan di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta guna penanganan pasien virus corona (Covid-19).

"Kami akan kembali mempersiapan dan merenovasi tiga tower tambahan yakni tower 2, 4 dan 5 Wisma Atlet Kemayoran sebagai Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam pernyataan tertulis, Kamis (9/4/2020).

Khalawi menjelaskan, pada pembangunan RS Darurat Covid-19 tahap dua ini rencananya akan ada sejumlah persiapan yang akan dilakukan.

Hal itu dilakukan guna menambah daya tampung pasien virus corona dan menyediakan hunian yang layak bagi tim paramedis seperti para dokter dan perawat yang bertugas selama 24 jam di RS Darurat Covid-19 tersebut.

Adapun peruntukkan tower 2 nantinya akan dihuni para dokter dan perawat. Tower 2 tersebut memiliki kapasitas 886 unit dan mampu menampung sebanyam 2.458 orang tim paramedis.

Selain hunian untuk tim paramedis, Kementerian PUPR akan menambah ruang rawat inap bagi pasien di RS Darurat Covid-19 di tower 4 dan 5.

Lebih lanjut, Khalawi menerangkan, di tower 4 dan 5 akan diperuntukkan sebagai ruang rawat inap pasien. Masing-masing tower memiliki kapasitas 886 unit dan mampu menampung 2.458 pasien.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓