Temuan soal Pengendara Tabrak Pejalan Kaki di Karawaci: Soju hingga Kecepatan Tinggi

Oleh Muhammad Radityo PriyasmoroPramita Tristiawati pada 31 Mar 2020, 12:01 WIB
Diperbarui 31 Mar 2020, 12:01 WIB
Mobil Aurellia yang menabrak di Karawaci Tangerang.
Perbesar
Mobil Aurellia yang menabrak di Karawaci Tangerang. (Pramita/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Kawasan perumahan elite Lippo Karawaci, Tangerang, mendadak riuh, Minggu, 29 Maret 2020. Seorang pejalan kaki, Andre Njotohusodo (51), ditabrak dari belakang oleh mobil sedan yang dikendarai seorang perempuan bernama Aurelia Margaretha Yulia (26). 

Penyidikan kepolisian, Aurel diduga hilang kendali akibat asyik bermain ponsel.

Namun, ada kejanggalan ditemukan keponakan almarhum di lokasi kejadian pasca-insiden. Melalui akun Instagramnya, @dea********rm, ada fakta yang terkuak lebih dari sekadar keterangan resmi polisi.

 

2 dari 5 halaman

Sebotol Soju

tabrak-ilustrasi-1-140207c.jpg
Perbesar
Ilustrasi

Lewat fitur Instagram Stories, Dea mengunggah temuan botol soju di kursi penumpang depan. Dea menambahkan dalam kolom komentar bahwa tidak mungkin kecelakaan maut terjadi hanya karena pengemudi bermain ponsel.

Selain itu, Dea juga menyorot bagian mobil bagian dalam dan luar yang ringksek tak karuan hingga airbag yang terbuka.

"Kalau hanya minuman doang tidak mungkin parah begini, diliat buktinya" tegas Dea.

 

3 dari 5 halaman

Kecepatan Melaju Mobil Tak Wajar

Lewat rekaman CCTV dari beebrapa sudut pandang, Dea meyakini bahwa kecepatan mobil tidak dalam kondisi normal area perumahan.

Menggunakan aplikasi penghitung kecepatan, diperkirakan pengemudi menancap gasnya hingga mencapai 120-142 km/jam.

Tentu hal ini terasa janggal saat kecepatan ditempuh berada di atas rata-rata di medan yang tak sesuai, seperti di kompleks perumahan.

"Apakah masuk akal jika kita melaju lebih dari di atas rata-rata karena sedang main hp/gadget?" tulis Dea.

 

4 dari 5 halaman

Emosi Seusai Menabrak

Rekaman video diunggah Dea di akun Instagramnya juga menangkap suatu keanehan di mana Aurelia tidak merasa ada penyesalan usai menabrak korban hingga tergeletak dan meninggal dunia. Aurelia justru mengamuk dan menyerang istri korban dengan rasa kesal dan emosi.

"Setelah nabrak, pelaku marah dan memukuli serta menendang istri korban, apakah pantas pelaku balik marah serta memukuli di samping jenazah korban (video ada di highlight saya buktinya). Istri korban (tante saya) memakai dress biru, sedangkan pelaku memakai baju putih dan celana pendek putih," jelas Dea.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓