Gubernur Banten: Karantina Wilayah Tak Semudah Menutup Pintu

Oleh Liputan6.com pada 31 Mar 2020, 06:42 WIB
Diperbarui 31 Mar 2020, 06:42 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim melarang ASN ke luar kota karena corona

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan, Pemerintah Provinsi Banten sedang membahas masalah lockdown yang bertujuan untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan virus corona (Covid 19).

"Pemprov Banten membahas masalah lockdown bersama Kapolda Banten dan Danrem 064/Maulana Yusuf," kata Halim seperti dikutip dari Antara di Serang, Senin (30/3/2020).

Ia menyatakan, karantina wilayah tidak sesederhana yang dibayangkan, tidak sekedar menutup pintu dan tidak sekedar menolak orang yang datang dari luar. Apalagi Banten sudah terintegrasi dengan Jakarta karena sehari-harinya orang Banten cari pekerjaan dan penghidupan ke Jakarta.

"Jadi, Banten-Jakarta itu daerah yang sudah menjadi kawasan terintegrasi. Kita susah memantau pergerakan. Termasuk kulturnya, tradisinya, dan kebiasaannya. Kami sedang cari formulasi. Format bagaimana berhadapan dengan tuntutan dan permintaan masyarakat," katanya.

Tentu, kata dia, harus hari-hati dengan pertimbangan sosial, politik, dan penting pertimbangan ekonomi. Jangan sampai menambah pengangguran baru karena kalau banyak masyarakat yang menganggur, apa yang mau mereka makan. "Ada tanggung jawab negara di situ," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Kota Komuter

Wahidin menjelaskan, Tangerang disebut "kota komuter" karena orang Tangerang Raya bekerja di Jakarta dan simbiosis mutualisme antara daerah ini.

"Tiap hari, bayangkan, Orang-orang dari Tangerang, Banten, Cilegon sehari-hari berbondong-bondong dengan mobilitas tinggi ke Jakarta. Sehari-hari pulang," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah Provinsi Banten menunggu sejauhmana Jakarta memperlakukan karantina wilayah, menutup pintu bagi warga Banten. Pemerintah Provinsi Banten harus bersiap-siap secara ekonomi supaya tidak punya ketergantungan. Dari segi profesi dan pekerjaan, ketergantungan Banten kepada Jakarta tinggi.

"Posisi Banten juga sama dengan Jawa Tengah. Soal pulang mudik, setiap hari orang Banten pulang mudik. Tidak hanya dari transportasi bus dan kereta api, mereka juga menggunakan motor, lewat jalan-jalan dan gang kecil. Ini tidak bisa dibendung," kata Wahidin.

Lanjutkan Membaca ↓