Metro Sepekan: Video WN China Gunakan APD hingga Tenda Nikah di Bekasi

Oleh Devira Prastiwi pada 30 Mar 2020, 07:47 WIB
Diperbarui 30 Mar 2020, 07:47 WIB
Anggaran Rp 37 Miliar untuk Penanganan Corona Covid-19 di Kota Malang
Perbesar
Kota Malang kekurangan alat pelindung diri tenaga medis serta hendak menambah disinfektan untuk penanganan corona Covid-19 (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Jakarta - Semenjak virus Corona Covid-19 masuk ke Indonesia, beragam keperluan medis pun banyak diburu masyarakat.

Tak hanya masker dan handsanitizer, alat pelindung diri atau APD juga dicari oleh masyarakat biasa. Padahal, APD seharusnya diperuntukkan bagi tenaga medis.

Di tengah kebutuhan APD di Indonesia, beredar viral sebuah video yang diduga warga negara China mengenakan APD memadati Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Senior Manager Branch Communication and Legal PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Soekarno Hatta Febri Toga Simatupang pun angkat bicara.

Selain berita terkait viralnya video warga negara China, tawuran pelajar di Palmerah, Jakarta Barat juga menarik perhatian.

Tawuran pelajar tersebut pecah di tengah kekhawatiran warga terkait penyebaran virus Corona Covid-19.

Kemudian, ada pula berita terkait maklumat dari Kapolri Jenderal Pol Idham Azis untuk tidak berkumpul. Namun, warga di Bekasi, Jawa Barat justru nekat memasang tenda pernikahan.

Berikut ulasan berita metro yang paling banyak dicari pembaca Liputan6.com selama sepekan lalu:

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 5 halaman

Viral Ratusan WNA China Berpakaian APD Lengkap di Bandara Soetta, Bagaimana Faktanya?

Video WNA China
Perbesar
Viral video ratusan WNA China berpakaian APD di Bandara Soekarno Hatta. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Video yang diduga warga negara China mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) memadati Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, sempat membuat heboh media sosial.

Sebab, dalam video itu tertulis bila mereka adalah petugas medis yang akan membantu penanganan Covid-19 di Indonesia.

Terlihat, puluhan WNA China itu berbaris rapi seperti mengantre. Mereka mengenakan pakaian APD lengkap berwarna putih, ada beberapa anak kecil yang juga dikenakan APD lengkap oleh orangtuanya.

Ada seseorang pria yang mengambil video berdurasi 14 detik itu seperti menarasikan keadaan di lokasi. Namun, dari pengamatan video itu, mereka mengantre di gate Keberangkatan Internasional Terminal 3, bukan di Kedatangan Internasional.

 

Berikut berita selengkapnya....

3 dari 5 halaman

Tawuran Pelajar Palmerah Pecah di Tengah Pandemi Corona Covid-19

Tawuran Warga di Awal Ramadan hingga Tutorial Hijab untuk Ngantor
Perbesar
(ilustrasi)

Tawuran antarpelajar di Palmerah, Jakarta Barat pecah di tengah kewaspadaan masyarakat terhadap pandemi virus corona atau Covid-19, Jumat (27/3/2020) dini hari.

Kapolsek Palmerah Kompol Supriyanto menyayangkan sikap para pelajar yang tak paham waspada bencana virus corona, sehingga pihaknya perlu menerjunkan banyak petugas.

"Mereka disuruh belajar di rumah malah nongkrong. Jadi rencana kami taruh lebih banyak lagi petugas di titik yang kerap menjadi lokasi tawuran," kata Supriyanto seperti dilansir Antara, Jumat.

Dia mengatakan, tawuran pelajar kerap terjadi di wilayah perbatasan antara Kota Bambu Utara dan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat.

Tawuran pelajar terkini, kedua kelompok pemuda ini terjadi di kawasan RW 01, Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat.

 

Berikut berita selengkapnya....

 

4 dari 5 halaman

Kondisi Terkini Tenda Besar Akad Nikah di Zona Merah Covid-19 di Bekasi

Corona
Perbesar
Tenda besar untuk acara akad nikah di Perumahan Alianda Bekasi kini sudah diperkecil. (Istimewa)

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, telah mengeluarkan maklumat tentang pelarangan pengumpulan massa, demi menindaklanjuti kebijakan pemerintah dalam upaya penanggulangan virus Corona (Covid-19).

Maklumat tersebut dijelaskan Idham merupakan prioritas utama untuk memberikan keselamatan kepada rakyat di tengah situasi darurat bencana corona Covid-19. Karena itu kepolisian tak segan-segan memberikan sanksi pidana bagi warga yang tidak mengindahkan aturan tersebut.

Menyikapi hal ini, pihak Kelurahan Kaliabang mengecek ke lokasi akad nikah yang akan digelar salah satu warga RW 21 Perumahan Alianda, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu 28 Maret 2020 besok.

Acara ini cukup menyita perhatian publik lantaran dilakukan di saat Kota Bekasi berstatus zona merah Covid-19. Lurah Kaliabang Tengah, Rr Sri Setianingrum mengaku telah berbincang langsung dengan pemilik hajat untuk merinci secara detail terkait prosedur tetap (protap) pelaksanaan akad.

"Katanya akan mengikuti protap. Karena situasi ini sedang wabah Corona, protapnya harus menggunakan masker, sarung tangan, jarak 1 meter. Tenda dibuat besar agar jarak bangkunya bisa diatur," kata Sri saat dihubungi liputan6.com, Jumat (27/3/2020).

 

Berikut berita selengkapnya....

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓