Kemenag Siap Sulap 16 Asrama Haji Jadi Rumah Sakit Darurat Corona

Oleh Lizsa Egeham pada 29 Mar 2020, 11:43 WIB
Diperbarui 29 Mar 2020, 11:43 WIB
Persiapan Asrama Haji Pondok Gede
Perbesar
Petugas merenovasi masjid Al-Mabrur Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Jakarta - Pondok Gede siap menyambut jemaah haji kloter pertama DKI Jakarta yang dijadwalkan tiba pada Sabtu (6/7). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 16 asrama haji untuk dijadikan Rumah Sakit Darurat Virus Corona atau Covid-19. 16 asrama haji yang disiapkan itu tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

"Sesuai arahan Menteri Agama, bahwa Kemenag siap untuk mem-back-up kebutuhan RS darurat dalam menghadapi wabah virus corona dengan menyediakan asrama haji sebagai alternatif pilihan," kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid dalam keterangan persnya, Minggu (29/3/2020).

"Jumlah asrama haji yang dimiliki Kemenag ada 16, tersebar di seluruh wilayah Indonesia," sambung dia.

Zainut menjelaskan bahwa penyiapan asrama haji sebagai rumah sakit darurat corona ini akan disesuikan dengan kebutuhan daerah. Kemenag, kata dia, telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemda setempat terkait teknisnya.

"Kami juga terus melakukan koordinasi dengan seluruh Kanwil untuk mendapat masukan dari mereka tentang kawasan yang sangat membutuhkan bantuan penanganan wabah Covid-19 ini," jelasnya.

 

2 dari 3 halaman

Asrama Haji Pondok Gede

Persiapan Asrama Haji Pondok Gede
Perbesar
Petugas merapikan tempat tidur di Gedung E, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Jakarta - Pondok Gede siap menyambut jemaah haji kloter pertama DKI Jakarta yang dijadwalkan tiba pada Sabtu (6/7). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Menurut dia, saat ini RS Haji Pondok Gede sudah melayani pasien corona. Kemenag juga bersedia meminjamkan gedung utama Asrama Haji Pondok Gede sebagai fasilitas perawatan pasien dalam pemantauan (PDP).

"Untuk sementara fasilitas yang digunakan 70 kamar guna keperluan mengkarantina orang yang berstatus PDP," ucap Zainut.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa Kemenag telah merelokasi anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk membantu penananganan virus corona. Anggaran itu berasal dari sejumlah pos perjalanan dinas di luar dan dalam negeri serta kegiatan reguler.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓