Ada 100 Ribu Kit, Ini Kategori Warga Jakarta yang Jadi Prioritas Rapid Test Corona

Oleh Ika Defianti pada 26 Mar 2020, 15:21 WIB
Diperbarui 26 Mar 2020, 15:39 WIB
Antisipasi Virus Corona di Stasiun Gambir

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerima 100 ribu kit alat untuk melakukan tes cepat atau rapid test virus corona Covid-19. Pemerintah telah memiliki kategori masyarakat yang akan diprioritaskan untuk tes cepat virus corona. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia menuturkan, masyarakat yang menjadi prioritas rapid test virus corona, antara lain pasien dalam pengawasan (PDP), tenaga medis, hingga orang-orang dari contact tracing.

"Kemarin kami terima 100 ribu kit dan dibagi untuk tenaga kesehatan maupun masyarakat yang menjadi bagian dari contact tracing petugas," kata Dwi di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2020).

Dia menyebut, tenaga medis merupakan pihak yang melayani pasien dan rentan tertular virus corona atau Covid-19. Tenaga medis tersebut yang bekerja di rumah sakit ataupun puskesmas.

"Karena kita lihat beberapa kasus tenaga medis jadi pasien juga," jelasnya.

 

2 dari 3 halaman

50 Tenaga Medis Terpapar Corona

Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona di Ruang ICU RS Wuhan
Petugas medis dari Provinsi Jiangsu bekerja di sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Sementara itu, tenaga medis menjadi garda terdepan penanganan pasien Covid-19 akibat virus Corona. Di DKI Jakarta, ada 50 tenaga medis yang terpapar virus asal Wuhan, China tersebut.

"Adapun tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 pada hari ini berjumlah 50 orang," ujar Kepala Tim Siaga Covid-19 DKI Jakarta, Catur Laswanto.

Menurut dia, 50 tenaga medis yang terpapar virus Corona ini tersebar di 24 rumah sakit di Ibu Kota. 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, dua orang di antaranya meninggal dunia."Ada dua yang meninggal dan ini terjadi di 24 rumah sakit di Jakarta," kata Anies.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓