BNPB Batal Kumpulkan Influencer untuk Sosialisasi Social Distancing

Oleh Yopi Makdori pada 20 Mar 2020, 15:21 WIB
Diperbarui 20 Mar 2020, 15:21 WIB
Doni Monardo Pimpin Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyebut, rencana BNPB atau dalam hal ini Gugus Tugas Penanganan Corona untuk mengundang para influencer dibatalkan.

Hal itu lantaran pihaknya menjalankan protokol kesehatan yang meminta untuk dilakukan penjarakan sosial atau social distancing.

"Tidak jadi. Lha kan ada social distancing, jadi komentarnya online saja," kata Agus saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (20/3/2020).

Agus menjelaskan, sebelumnya para influencer media sosial itu akan diundang guna menyosialisasikan ihwal penjarakan sosial ke masyarakat. Agar banyak masyarakat yang mematuhi seruan dari pemerintah ini guna membatasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

"Infonya mereka mau bantu untuk sosialisasi social distancing," ucapnya.

Agus menyebut, para influencer yang akan sosialisasi social distancing, melakukannya secara sukarela tanpa adanya imbalan. "Sukarela, kan ini relawan," ucap Agus.

2 dari 3 halaman

Dana Influencer

Kenakan Masker Pelindung di Bandara Soetta
Petugas Imigrasi bandara menggunakan masker pelindung saat berada di Pintu Kedatangan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (31/1/2020). Hal itu dilakukan sebagai antisipasi penularan dan penyebaran virus corona (2019-nCov). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati menilai wacana pemerintah menggunakan Rp72 miliar untuk influencer dapat dialokasikan untuk fasilitas kesehatan untuk menangani Virus Corona.

Influencer tersebut sebelumnya dibayar untuk meningkatkan pariwisata di tengah isu corona. Namun, Kurniasih bilang karena sudah ada yang terjangkit, lebih baik dialokasikan ke penanganan kesehatan.

"Karena kita harus memastikan semua fasilitas kesehatan itu tersedia lengkap dengan alat kesehatannya, dengan stok obatnya, dengan kehandalan SDMnya, itu harus dipastikan dan itu pasti butuh dana," ujar Kurniasih kepada wartawan, Rabu (4/3/2020).

Kurniasih mengatakan, dana itu dapat digunakan untuk pengadaan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) dan masker yang kini langka. Serta, untuk stok vitamin di masyarakat.

Kurniasih meminta pemerintah mengkaji ulang dana untuk influencer. Meski sama-sama untuk corona, dia minta jangan hanya fokus aspek ekonomi, tapi juga aspek kesehatan masyarakat. Dananya juga besar dibutuhkan.

"Karena kita memiliki 270 juta rakyat indonesia yang harus dijaga, dilindungi, diproteksi dari kemungkinan terjangkitnya atau kena positif covid 19 ini," kata politikus PKS itu.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓