Kementerian BUMN Pastikan Tempat Kerja Pegawai Positif Covid-19 Meninggal Telah Dibersihkan

Oleh Liputan6.com pada 16 Mar 2020, 00:10 WIB
Diperbarui 16 Mar 2020, 00:10 WIB
Arya Sinulingga usai rapat tertutup dengan Ma'ruf Amin (Muhammad Genantan/Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan, tempat kerja pegawai PT Telkom yang meninggal dunia di Cianjur, Jawa Barat dan dikonfirmasi positif virus corona atau Covid-19 telah dibersihkan.

"Jadi hal-hal yang berhubungan dengan mendiang pegawai Telkom tersebut seperti tempat kerja dia pun sebenarnya, walaupun beberapa hari lalu dikatakan negatif (Covid-19), kita sudah melakukan pembersihan juga. Jadi sudah kita antisipasi sebelumnya juga," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Minggu (15/3/2020).

Selain melakukan pembersihan, menurut Arya, BUMN tersebut juga telah melokalisasi orang-orang yang memang berhubungan dengan lingkungan kerja almarhum.

"Untuk yang Telkom itu sudah langsung dilokalisir orang-orang yang memang berhubungan dengan lingkungan kerja dia, itu memang langsung sudah bisa dilokalisir untuk self quarantine atau mengkarantina diri sendiri," katanya.

Dilansir Antara, saat ini Kementerian BUMN sedang memantau perkembangan kesehatan orang-orang yang berhubungan dengan pegawai Telkom positif Covid-19 yang meninggal di rumah sakit Cianjur itu.

 

2 dari 3 halaman

Sempat Dikabarkan Negatif

Istana Beberkan Perkembangan Baru Kasus Corona
Juru Bicara Indonesia untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto memberikan keterangan terkait corona di Kantor Presiden, Komplek Istana, Jakarta, Jumat (6/3/2020). 25 orang ini kita lakukan pemeriksaan virus karena tidak seluruhnya kontak dekat tapi event yang sama. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa pasien yang sebelumnya dinyatakan negatif corona virus di Cianjur ternyata positif terinfeksi.

"Pasien itu positif," jawab Yuri singkat saat dikonfirmasi Liputan6.com, Minggu (15/3/2020).

Menurut Yuri, kenapa pasien yang sama memiliki hasil yang berbeda karena tes sekali tidak menjamin keakuratan hasil.

"Tadinya negatif terus menjadi positif memang setiap pemeriksaan terus langsung positif? Kan gak gitu," jelasnya.

Yuri tidak bisa menjelaskan faktor apa sehingga membuat hasil tes itu berbeda. Pemeriksaan terhadap pasien dilakukan secara serial alias berkali-kali untuk memastikan hasil.

"Setiap hari diambilin," ucapnya singkat.

Menurut Yuri, pasien tersebut negatif terinfeksi Covid-19 kala tes dilakukan saat pasien masih hidup. "Di ambil (spesimen) pagi, terus dia meninggal," ucapnya mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓