Demokrat Tak Undang Jokowi di Kongres V, Mengapa?

Oleh Liputan6.com pada 13 Mar 2020, 23:26 WIB
Diperbarui 13 Mar 2020, 23:26 WIB
Hinca Panjaitan
Perbesar
Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan memberikan keterangan penyelenggaraan Kongres ke-V di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (13/3/2020). Demokrat tetap menyelenggarakan Kongres ke-V di JCC, Jakarta, pada 15 Maret 2020 meski wabah virus corona melanda Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

 

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan, Kongres V hanya untuk internal partai. Sehingga tidak ada rencana mengundang Presiden Joko Widodo atau tokoh eksternal.

"Inilah bedanya Demokrat dengan partai lain. Kami lakukan kerja internal kami tidak mengundang siapa pun termasuk presiden Jokowi," ujar Hinca di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Hinca mengatakan, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sudah komunikasi dengan Presiden Joko Widodo. Melaporkan akan menggelar Kongres V pada 15 Maret di JCC. Juga komunikasi dengan Kapolri dan Menkes soal antisipasi corona.

Hinca mengatakan, kepada Jokowi juga Demokrat menyampaikan akan memilih pemimpin partai yang baru.

"Apa komunikasinya dengan Presiden? Pak Jokowi kami beritahukan mau ada kongres tanggal 15 besok. Dan memberitahu agar setelah selesai kongres ini nanti terpilih pengurus baru, berkenan menerima," ujarnya.

"Jadi Demokrat dengan pimpinan baru akan laporkan hasinya ke presiden sebagai pembina politik tertinggi di Indonesia," kata Hinca.

 

2 dari 3 halaman

Pidato Terakhir SBY

Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY akan meletakkan jabatannya sebagai pimpinan partai berlambang mercy itu pada Kongres V di Jakarta Convention Center, Minggu (15/3/2020). SBY akan menyampaikan pidato politik terakhir sebagai ketua umum.

"Salah satu puncaknya, Ketum Pak SBY akan menyampaikan pidato politiknya sebagai ketum yang terakhir," ujar Hinca.

SBY, kata Hinca, akan menyerahkan nahkoda Demokrat kepada penerusnya. SBY ingin menyelesaikan tugasnya sebagai pimpinan partai dengan baik sebagaimana meletakkan jabatan sebagai Presiden dua periode.

"Beliau menyampaikan bahwa jika ia sebagai Presiden dua peridoe beliau soft landing, menyelesaikan tugas-tugasnya, menyentuh garis finis sampai di ujung. Ia juga akan soft landing di dalam kongres yang akan kami buat di kongres kelima," ujarnya.

Dia mengatakan, pidato terakhir itu akan menyampaikan secara paripurna tugasnya menyentuh garis finish.

"Yang penting besok itu beliau secara paripuna sampaikan tugasnya yang saya sebut itu sentuh garis finish sampai selesai. Itu dulu. Bahwa setelah selesai kongres kita lihat tanggal 15," kata Hinca.

Kendati begitu, Hinca memastikan SBY tidak akan meninggalkan Partai Demokrat sebagai rumahnya.

"Beliau sudah siapkan pidato politik yang bagus disimak. Beliau akan katakan Demokrat ini rumahnya. Dia akan tetap berada di dalam rumah ini sama dengan kami seluruh kader," kata dia.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓