SBY Akan Serahkan Nakhoda Kepemimpinan di Kongres V Demokrat

Oleh Liputan6.com pada 13 Mar 2020, 21:28 WIB
Diperbarui 13 Mar 2020, 21:28 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato dihadapan kader-kadernya di JCC, Senayan, Jakarta. (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)
Perbesar
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato dihadapan kader-kadernya di JCC, Senayan, Jakarta. (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Liputan6.com, Jakarta - Partai Demokrat akan menyelenggarakan Kongres V pada 15 Maret 2020 di Jakarta Convention Center (JCC). Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY akan menyerahkan nahkoda kepemimpinannya.

Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Panjaitan memastikan bakal ada pemilihan ketua umum baru Demokrat pada Kongres V ini.

"Kongres 5 tahunan ini untuk pemimpin baru Partai Demokrat. Pak SBY sebagai ketum, kami timnya bekerja lima tahun penuh akan menyelenggarakan kongres untuk memberikan kesempatan pemimpin baru di Partai Demokrat," ujar Hinca di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Jumat (13/3).

Hinca mengatakan, SBY akan menyampaikan pidato politiknya melepas jabatan ketua umum Demokrat. SBY, kata Hinca, akan menyelesaikan tugasnya sebagai pemimpin Demokrat dalam Kongres V ini. Seperti, SBY menyelesaikan tugasnya sebagai Presiden dua periode.

"SBY akan soft landing di kongres V Demokrat," kata Hinca.

Kongres V ini hanya digelar satu hari pada Minggu (15/3). Khusus Kongres kali ini, Demokrat akan menetapkan protokol khusus untuk mewaspadai penyebaran virus corona. Mulai dari peserta Kongres, sampai di arena Kongres akan ada protokol khusus.

"Kami ingin memberitahukan Partai Demokrat akan menyelenggarakan kongres V 2020 tanggal 15 maret 2020 di Jakarta tepatnya di JCC kami kerja keras berkenaan dengan Kongres," kata Hinca.

 

 

 

 

2 dari 4 halaman

Tutup Pintu Buat Gatot

Mantan Panglima Jenderal Gatot Nurmantyo
Perbesar
Mantan Panglima Jenderal Gatot Nurmantyo saat menghadiri HUT TNI Ke-7 di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu 5 September 2019. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Desas-desus mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo akan bertarung sebagai calon ketua umum Demokrat terhalang batu terjal. Kemungkinan Gatot untuk maju kecil karena terganjal aturan di Demokrat.

Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Panjaitan memastikan, tidak akan bisa nonkader mencalonkan sebagai ketua umum dalam Kongres. Sebab ada aturan harus kader dan berpengalaman sebagai pengurus partai. Sehingga tidak ada peluang bagi Gatot.

"Persyaratan kami partai ini dibuat untuk kadernya. Jadi gak mungkin orang dari luar ujuk-ujuk, memangnya lompat pagar," ujar Hinca di kantor DPP Demokrat, Jumat (13/3).

Hinca memastikan, SBY akan menyerahkan tongkat komando Demokrat ke penerusnya. Hinca tak bilang siapa calon kuat pengganti SBY. Meski yang ramai dibincangkan adalah dua putra SBY Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Ditanya kans keduanya bertarung, Hinca menjawab normatif. "Saya kira kader-kader Demokrat punya peluang yang sama, nanti lihat tanggal 15 (Maret)," kata dia.

 

3 dari 4 halaman

Kader Sakit Dilarang Hadiri Kongres

Hinca Panjaitan
Perbesar
Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan memberikan keterangan penyelenggaraan Kongres ke-V di DPP Demokrat, Jakarta, Jumat (13/3/2020). Demokrat mendapatkan izin dari Pemprov DKI untuk menggelar kongres V di JCC Senayan, pada 15 Maret 2020 di tengah wabah COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Hinca Panjaitan juga mengatakan, dalam Kongres V 15 Maret 2020 nanti, Partai Demokrat akan menerapkan protokol khusus penanganan virus corona. Kader Demokrat yang sakit dilarang hadir di Kongres.

"Kami meminta seluruh peserta dia tidak sekadar datang tapi juga lengkap dengan database para peserta kongres. Kalo enggak sehat pastilah enggak akan berangkat dan diwakilkan. Sesuai protokol Corona ini kami siap," ujar Hinca.

Hinca menyebut, Demokrat paham suasana Kongres diselimuti dengan masalah penyebaran virus Covid-19 alias corona. Sehingga ada perhatian ekstra.

"Ada tambahan yang kami masukkan dengan protokol corona yang mengikuti arahan dari WHO, dan secara khusus kami berkoordinasi dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta," kata dia.

Hinca mengaku sudah komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyelesaikan masalah ini.

Karena alasan corona ini, Kongres hanya diselenggarakan satu hari saja. "Kongres yang kami laksanakan, kami sebut one day kongres satu hari Kongres saja, untuk melokalisir atau memperkecil suasana dan tempatnya," ujarnya.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓