Raja Belanda Serahkan Keris Pangeran Diponegoro ke Jokowi

Oleh Lizsa Egeham pada 10 Mar 2020, 13:07 WIB
Diperbarui 10 Mar 2020, 13:07 WIB
Raja Belanda Willem Alexander menyerahkan keris milik Pangeran Diponegoro ke Presiden Jokowi, Selasa (10/3/2020).
Perbesar
Raja Belanda Willem Alexander menyerahkan keris milik Pangeran Diponegoro ke Presiden Jokowi, Selasa (10/3/2020). (instagram Seskab Pramono Anung)

Liputan6.com, Bogor - Raja Belanda Willem Alexander menyerahkan secara langsung sebilah keris milik Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Keris pusaka itu diserahkan saat pertemuan Raja Willem dan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Raja Willem datang bersama Ratu Belanda Maxima ke Istana Bogor, Selasa (10/3/2020).

Keris yang selama ini tersimpan di Belanda itu diserahkan secara simbolis usai Raja Willem dan Jokowi memberikan pernyataan pers bersama.

"Keris Pangeran Diponegoro diserahkan oleh Raja Belanda Willem Alexander kepada Presiden @jokowi dalam kunjungan hari ini di Istana Bogor #diplomasi #budayabangsa," tulis Sekretariat Kabinet Pramono Anung dalam akun Instagramnya.

Keris milik Pangeran Diponegoro itu berwarna kuning di bagian sarungnya. Sementara itu, gagangnya berwarna cokelat. Keris itu terbungkus rapi dalam sebuah kotak kaca saat diserahkan Raja Willem ke Jokowi. Mereka pun lanjut berfoto bersama.

2 dari 3 halaman

Berbagai Proses Penelitian

Raja Belanda Willem Alexander menyerahkan keris milik Pangeran Diponegoro ke Presiden Jokowi, Selasa (10/3/2020).
Perbesar
Raja Belanda Willem Alexander menyerahkan keris milik Pangeran Diponegoro ke Presiden Jokowi, Selasa (10/3/2020). (foto: youtube biro pers)

Sebelum dikembalikan ke Indonesia, berbagai proses penelitian dilakukan oleh para peneliti. Hal ini untuk membuktikkan kebenaran kepemilikan keris.

Keris itu didapatkan Belanda saat menangkap Pangeran Diponegoro setelah perang besar pada 1825-1830. Indonesia dan Belanda mempunyai sejarah panjang. Negara kincir angin itu pernah menjajah Indonesia selama tiga abad atau 300 tahun lamanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓