Dandim Kuala Kapuas Meninggal dalam Kecelakaan Speedboat Paspampres

Oleh Luqman Rimadi pada 09 Mar 2020, 17:48 WIB
Diperbarui 09 Mar 2020, 17:48 WIB
Mengintip Kendaraan Tunggangan Paspampres (Bagian 1)
Perbesar
Paspampres menggunakan sepeda motor untuk membuka jalur bagi iring-iringan presiden di tengah keramaian lalu lintas.

Liputan6.com, Jakarta Dandim 1011/Kuala Kapuas Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono meninggal dalam kecelakaan antara rombongan speed boat dalam perjalanan di Balai Taman Nasional Sebangau di Sungai Sebangau, Kalimantan Tengah, Senin siang (9/3/2020). Speed boat yang ditumpangi tim dari Paspampres rencananya bakal memantau lokasi yang dikunjungi Ratu Belanda.

Kepala Bidang Diklit, Pengembangan dan Humas RSUD Doris Sylvanus dr Riza Syahputra mengatakan,  sejumlah korban  kecelakaan yang sudah masuk ke rumah sakit hari ini. 

"Dandim Kapuas 1011 Klk Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia, sekitar pukul 15.55 WIB,” ucap Doris Senin (9/3/2020).

Selain korban tersebut, tiga korban lainnya yaitu Yuliansi (32), Selvia Magdalena (29), dan Mr. Geron (Delegasi Belanda). 

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengaku memantau langsung upaya pencarian korban tabrakan dua speed boat yang terjadi di Sungai Sebangau, pintu masuk ke Kawasan Taman Nasional Sebangau. 

"Kepada kawan-kawan media harap bersabar. Kami akan lakukan konsolidasi dulu," kata Sugianto Sabran di Kawasan Wisata Air Hitam, Kereng Bangkirai, Sungai Sebangau, Palangka Raya seperti dilansir dari Antara. 

 

2 dari 3 halaman

Pencarian Masih Berlangsung

Kecelakaan Speedboat di Sebangau
Perbesar
Kecelakaan speedboat yang ditumpangi Paspampres terjadi di Sungai Sebangau, tepatnya di dekat dermaga Kereng Bengkirai, Kota Palangkaraya, Senin (9/3/2020). (Liputan6.com/ Ist)

Informasi sementara yang berhasil dihimpun, speed boat milik Taman Nasional Sabangau memuat tujuh penumpang staf Taman Nasional Sabangau yang hendak menuju kawasan Resort Mangkok, Sungai Sabangau untuk mengirimkan logistik.

Ketujuh staf Taman Nasional Sabangau bernama Agung, Mutia, Novi, Mansyah, Ayib, Selvi dan Yuli. Dua orang sudah berhasil diselamatkan yakni Selvi dan Yuli. Sedangkan lima orang lainnya masih dalam pencarian.

Sedangkan untuk perahu tim survei kunjungan Ratu Belanda belum didapat data lain. Namun salah satu tim delegasi Belanda dikabarkan sudah dalam perawatan tim medis.

Pantauan di lapangan, pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan baik dari unsur TNI, Polri, Pemda maupun Basarnas.

Warga pun berkumpul di area pelabuhan Kereng Bangkirai, Sabangau untuk menyaksikan proses evakuasi dan pencarian.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓