Kapolda Papua Janji Tuntaskan Kasus Penembakan di Tembagapura

Oleh Rita Ayuningtyas pada 09 Mar 2020, 08:39 WIB
Diperbarui 09 Mar 2020, 08:39 WIB
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw saat meninjau pengungsian warga Tembagapura, di Timika. (dok Polda Papua)
Perbesar
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw saat meninjau pengungsian warga Tembagapura, di Timika. (dok Polda Papua)

Liputan6.com, Jakarta - Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengunjungi pengungsi asal Tembagapura yang saat ini sudah berada di Timika. Mereka mengungsi karena takut usai ada penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di sekitar Tembagapura.

Waterpauw yang didampingi Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob melihat langsung sekitar 917 warga yang baru tiba dari Tembagapura dengan menggunakan bus milik PT Freeport, pukul 00.15 WIT, Senin (9/3/2020).

Para pengungsi untuk sementara ditampung di tenda-tenda yang ada di halaman Gereja Rehobot, Timika. Warga yang mengungsi itu berasal dari kampung Opitawak, Kimbeli, Banti 1 dan Banti 2.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyampaikan keprihatinannya yang mendalam melihat warga yang mengungsi akibat ketakutan terhadap aksi penembakan yang dilakukan KKB di sekitar Tembagapura.

"Selaku Kapolda Papua dan pribadi menyampaikan rasa prihatin," ungkap Waterpauw dalam siaran tertulis kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin.

Dia berjanji aparat keamanan akan menangani permasalahan yang terjadi di Tembagapura hingga tuntas.

"Sebagai aparat yang bertanggung jawab untuk keselamatan dan keamanan masyrakat dari kampung kami akan sungguh-sungguh menindak tegas terhadap kelompok KKB," kata Waterpauw.

2 dari 3 halaman

900 Orang

Warga Tembagapura yang mengungsi ke Timika karena takut oleh penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). (dok Polda Papua)
Perbesar
Warga Tembagapura yang mengungsi ke Timika karena takut oleh penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). (dok Polda Papua)

Warga di empat kampung di Distrik Tembagapura mengungsi ke Timika Papua akibat takut aksi teror penembakan yang dilakukan KKB. 

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyatakan, jumlah warga yang mengungsi sudah sekitar 900 orang yang berasal dari empat kampung diantaranya Utikini, Longsoran, Kimbely dan Banti. Warga yang mengungsi sebagai besar wanita dan anak-anak yang takut hingga minta tolong untuk dievakuasi ke Timika. 

"Aparat keamanan TNI-Polri hanya membantu mefasilitasi permintaan tersebut dan mendapat bantuan kendaraan dari PT Freeport untuk mengangkut warga," kata Waterpauw yang mengaku baru kembali dari Tembagapura bersama Pangdam XVII Cenderawasih, dikutip dari Antara, Sabtu (7/3/2020)

Diakuinya, selain mengungsi ke Timika juga ada warga yang lebih memilih mengungsi ke polsek dan koramil di Tembagapura Papua.

Mantan Kapolda Sumut mengakui masih terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dengan KKB. Kontak tembak masih terjadi sehingga anggota diminta waspada dan jangan lengah.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓