Mantan Kepala BNPT: Jokowi Sudah Tepat Tak Pulangkan WNI Eks ISIS

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 07 Mar 2020, 20:04 WIB
Diperbarui 07 Mar 2020, 20:04 WIB
Diskusi Polemik yang membahas soal WNI eks ISIS di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).
Perbesar
Diskusi Polemik yang membahas soal WNI eks ISIS di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020). (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah telah mengambil sikap untuk tidak memulangkan Foreign Terorists Fighter (FTF) atau mantan kombatan ISIS asal Indonesia ke Tanah Air.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen (Purn) Ansyaad Mbai mengatakan, keputusan yang diambil pemerintah ini sudah tepat.

"Sudah tepat (untuk tidak memulangkan WNI eks ISIS ke Tanah Air)," kata Ansyaad dalam sebuah diskusi di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).

Menurut dia, sikap pemerintah ini justru agak terlambat. Harusnya sedari dulu pemerintah bersikap demikian.

"Bahkan kita agak terlambat. Mestinya dari dulu kita harusnya begitu," ungkap Ansyaad.

Senada, mantan napi teroris, Haris Amir Falah mengaku sudah berkali-kali menyarankan agar pemerintah tidak memulangkan WNI eks ISIS tersebut.

"Saya sebenarnya sudah memberikan pernyataan sebelumnya, tidak memulangkan orang-orang yang hijrah ke Suriah atas nama bergabung dengan ISIS," ungkap Haris.

 

2 dari 3 halaman

Ideologi Berubah

Dia menjelaskan, orang-orang yang pergi ke sana, semua atas nama ideologi dan kebanyakan sudah menanggalkan rasa keindonesiaannya.

"Karena memang, mereka berangkat berdasarkan ideologi. Dan pernyataan mereka jelas, mengatakan kami bukan lagi warga negara Indonesia," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓