Abu Sayyaf Minta Tebusan Sandera 5 WNI, Mahfud Md: Saya Cari Infonya Dulu

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 05 Mar 2020, 12:19 WIB
Diperbarui 05 Mar 2020, 12:19 WIB
Jokowi Beri Arahan di Rakornas Karhutla 2020
Perbesar
Menko Polhukam Mahfud Md memberikan paparan kepada para peserta Rapat Koordinasi Nasional Kebakaran Hutan dan Lahan 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Mahfud Md mengklaim luas kebakaran hutan pada 2019 berkurang hingga 1,5 juta hektare dibanding pada 2015. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

 

Liputan6.com, Jakarta Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait kelompok Abu Sayyaf yang meminta tebusan atas sandera 5 WNI agar bisa dibebaskan.

"Laporan langsung saya belum dapat. Nanti hari ini mau saya cari informasinya," kata Mahfud di kantor MUI, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Menurut dia, jika informasi tersebut ini benar, hal itu sudah biasa dilakukan Abu Sayyaf.

"Biasa sih Abu Sayyaf. Hanya berubah angkanya saja sekarang. Tiap kali menyandera orang selalu minta uang," ungkap Mahfud.

Dia pun enggan menerangkan lebih jauh, lantaran informasi tebusan tersebut baru beredar di media dan belum didapatkannya langsung.

"Ya sekarang ini, informasinya baru dari media seperti anda," pungkasnya.

Sebelumnya, Mahfud menyatakan akan mencari solusi panjang agar kasus sandera Abu Sayyaf hal tersebut tidak terjadi berulang-ulang.

"Kita sebenarnya sedang berpikir penyelesaian yang jangka panjang bukan kasus per kasus begitu," ungkapnya.

Meski demikian, untuk 5 WNI tersebut, pihaknya akan melakukan pengintaian. Dan aparat keamanan meningkatkan kerja sama.

"Kementerian Luar Negeri juga sudah melakukan kontak-kontak itu dengan Filipina dan Malaysia," jelas Mahfud.

Menurut dia, evaluasi pasti akan dilakukan. Dan tak perlu dijadwalkan.

"Kalau begini, lalu dibicarakan kan itu namanya evaluasi. Rapat itu tadi kan evaluasi juga. Jadi evaluasi itu enggak perlu dijadwalkan. Harus berlangsung secara otomatis dan terus menerus," pungkasnya.