Bakal Dikunjungi Menteri, Apotek Kimia Farma Menteng Huis Batasi Pembelian Hand Sanitizer

Oleh Nila Chrisna Yulika pada 04 Mar 2020, 11:08 WIB
Diperbarui 04 Mar 2020, 11:08 WIB
Bakal Dikunjungi Menteri, Apotek Kimia Farma Menteng Huis Larang Customer Beli Hand Sanitiser
Perbesar
Bakal Dikunjungi Menteri, Apotek Kimia Farma Menteng Huis Larang Customer Beli Hand Sanitiser

Liputan6.com, Jakarta - Pegawai Kimia Farma Menteng Huis melarang warga untuk membeli hand sanitizer merek Aseptic Gel yang bisa digunakan di rumah sakit dengan kadar alkohol 70 persen. Padahal, di apotek tersebut menyediakan hand sanitizer yang cukup banyak. Warga hanya boleh membeli hand sanitizer yang biasa digunakan oleh masyarakat dengan kadar alkohol 52 persen.

"Tadi saya dilarang beli hand sanitizernya, katanya buat display karena bapak menteri mau datang," kata Dinda, salah satu pembeli di Kimia Farma Menteng Huis, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Dinda mengaku saat itu dia ngotot ingin membeli hand sanitizer tersebut. Namun, pegawai Kimia Farma tetap melarang. Solusinya, kata Dinda, pegawai apotek akan menghubunginya jika hand sanitizer tersebut sudah tak digunakan untuk display.

"Nanti saya hubungi kalau acara sudah selesai, nanti mbak boleh beli hand sanitizernya," kata pegawai itu seperti ditirukan Dinda.

Sementara, ketika Dinda bertanya soal harga hand sanitizer yang dimaksud, pegawai apotik mengaku belum menentukan harga.

"Belum ada harganya mbak," kata pegawai apotek tersebut kepada Dinda.

Tak lama kemudian, pegawai apotek tersebut menyimpan semua hand sanitizer ke dalam lemari.

2 dari 3 halaman

Membatasi Pembelian Masker

Pembatasan pembelian masker
Perbesar
Pembatasan pembelian masker di Apotek Menteng Huis

Selain masalah hand sanitizer, Dinda juga kecewa dengan aturan pembelian masker di apotek tersebut. Kimia Farma Menteng Huis hanya memperbolehkan pembeli membeli 2 lembar masker saja dengan harga Rp 4000.

"Maaf mbak hanya boleh membeli 2 lembar saja," kata pegawai apotik tersebut.

Sementara Dinda membutuhkan beberapa masker untuk anaknya yang masih SD dan balita.

"Kalau begitu anaknya suruh ke sini mbak, ikut mengantre," ujar Dinda menirukan pegawai apotik tersebut.

Dinda pun kaget, karena anaknya yang masih balita juga harus mengantre untuk membeli masker.

Penjelasan Kimia Farma

Sementara, pihak Kimia Farma mengatakan bahwa pembatasan pembelian hand sanitizer dan masker merupakan kebijakan BUMN. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok. 

"Kami batasi penjualan untuk hand sanitizer satu pembeli satu botol dan masker satu pembeli 2 pcs, karena untuk menjaga ketersediaannya," kata Evan, salah satu perwakilan Kimia Farma Menteng Huis.

Evan membantah jika pembatasan pembelian karena ada Menteri yang datang.

"Bukan karena menteri, tapi ini arahannya dari BUMN langsung di selurut outlet Kimia Farma," tandas Evan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓