Ada Corona, Ketua DPRD DKI Minta Formula E di Jakarta Dibatalkan

Oleh Ika Defianti pada 03 Mar 2020, 16:59 WIB
Diperbarui 03 Mar 2020, 16:59 WIB
Mediasi Buntu, DPRD DKI Gelar Konferensi Pers
Perbesar
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyarankan, penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E pada 6 Juni 2020 dibatalkan. Hal tersebut menyusul adanya kasus virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

"Saya rasa kaya di Qatar, dihentikan dulu, banyak jadwal dihentikan. Kalau kebijakan Pak Anies, itu harusnya dihentikan," kata Prasetio di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Dia menambahkan, tentu akan banyak orang asing yang masuk ke Indonesia saat Formula E di Jakarta. Sebab 60 pembalap akan membawa tim yang berjumlah tidak sedikit.

"Pembalap itu bawa mekanik. Mekanik itu banyak orang, ratusan orang, kita enggak tahu dia kena atau enggak. Untuk amannya Jakarta, Indonesia, itu harus dihentikan dulu," ucapnya.

Prasetio tidak mempermasalahkan anggaran Formula E di Jakarta yang sudah digunakan, selama ada pertanggungjawabannya.

"Kita juga bisa kok kita setop enggak kita keluarkan semua (anggaran). Kerugian yang ada sudah dikeluarkan oleh dia tinggal dilaporkan kepada DPRD saja," jelasnya.

 

2 dari 3 halaman

Tunggu Perkembangan Virus Corona

Konvoi Kendaraan Listrik Sambut Formula E 2020
Perbesar
Mobil BMW i8 Roadster, i8 Coupe dan BMW i3s mengawal konvoi mobil listrik jelang jadwal pelaksanaan balap mobil listrik atau Formula E 2020 di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Konvoi kendaraan listrik berlangsung dari GBK menuju Monas. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Sementara itu, Communication Sustainability Director Organizing Committee Formula E, Felicia Idama mengatakan, perhelatan Formula E di Monumen Nasional (Monas) masih menunggu perkembangan kasus virus Corona di Indonesia.

Selama menunggu perkembangan, Felicia menyatakan terus berkomunikasi dengan pihak Formula E.

"Yang jelas kita masih melihat perkembangannya bagaimana dari dua pasien yang terindikasi ini," kata Felicia, Selasa (3/3).

Felicia menuturkan sejauh ini, penyelenggaraan Formula E masih terjadwalkan pada Juni mendatang. Meski begitu, adanya kasus virus Corona di Indonesia menuntut penyelenggara mobil balap listrik itu berkejaran waktu untuk persiapan.

Dia berharap, virus yang merebak dari Wuhan bisa dikendalikan dan tidak berdampak perhelatan Formula E.

"Sampai kita ada perkembangan yang berarti, kalender perencanaan kita masih tetap berjalan seperti biasa karena kan kita bulan Juni nih, kita harus hitung-hitungan juga kan persiapannya seperti apa terkait corona virus ini," tukasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓