Ridwan Kamil: Pasien Suspect Corona di Cianjur, Punya Riwayat Sakit Paru-Paru

Oleh Bam SinulinggaRita Ayuningtyas pada 03 Mar 2020, 15:02 WIB
Diperbarui 03 Mar 2020, 15:02 WIB
Ridwan Kamil

Liputan6.com, Jakarta - Pasien suspect Corona di Cianjur terbukti meninggal bukan karena covid-19. Karyawan BUMN itu meninggal karena sakit yang sudah dideritanya lama.

"Yang di Cianjur bukan karena covid-19 tapi memang yang bersangkutan ada riwayat penyakit paru-paru, sebelum umrah," ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Selasa (3/3/2020).

Menurut dia, hingga pukul 14.40 WIB ini, hanya ada dua orang yang dinyatakan positif virus Corona.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto memastikan, karyawan BUMN berinisial D yang meninggal di Cianjur, Jawa Barat negatif virus corona (Covid-19).

Warga Tambun, Bekasi, Jawa Barat yang berusia 50 tahun itu sebelumnya dilaporkan sebagai pasien suspect virus Corona.

"Yang dari Cianjur, hasil pemantauan kita termasuk dalam 155 (pasien) yang negatif. Jadi meninggalnya bukan karena Covid-19," kata Yuri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2020).

2 dari 4 halaman

Pernyataan Keluarga

Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona di Ruang ICU RS Wuhan
Liu Huan (kanan), petugas medis dari Provinsi Jiangsu, memasuki sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Tenaga medis dari seluruh China mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit itu. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Pihak keluarga pasien suspect virus corona yang meninggal dunia di RS Dr Hafiz (RSDH) Cianjur, membantah yang bersangkutan terinfeksi Covid-19. Hal ini berdasarkan keterangan yang dikeluarkan pihak rumah sakit dari hasil uji laboratorium.

"Dari dokter di RSDH Cianjur juga kan menyatakan ini negatif virus Corona. Ini saya sampai enggak pakai masker, karena memang enggak benar (positif corona)," kata Sudrajat, kakak ipar pasien di rumah duka Perumahan Villa Bekasi Indah I, Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020).

Sudrajat mengakui, adik iparnya tersebut mengalami sesak napas sepulang dari Malaysia. Namun sesak napas yang dialami pasien, menurutnya, disebabkan pembengkakan paru-paru.

"Ya memang (sesak napas) sehabis pulang dari Malaysia itu, tapi bukan virus corona," tegasnya.

Sudrajat menyebutkan, rumor soal pasien terjangkit virus corona disebabkan pemberitaan yang masif dari para pemburu berita, dan juga informasi yang viral di grup-grup WhatsApp.

"Kalau masih tidak percaya, boleh tanya ke dokter di RSDH. Jadi harus diklarifikasi," imbuhnya.

Rencananya jenazah akan dimakamkan pihak keluarga di TPU Mangunjaya, Tambun Selatan.

 

3 dari 4 halaman

Riwayat Perjalanan ke Malaysia

Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona di Ruang ICU RS Wuhan
Petugas medis dari Provinsi Jiangsu bekerja di sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Sebelumnya, seorang pria berusia sekitar 50 tahun yang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dr Hafidz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (3/3/2020), setelah diduga terjangkit virus Corona.

Pasien yang merupakan karyawan di salah satu BUMN itu berdomisili di Bekasi dan sedang berkunjung ke keluarganya di Cianjur, usai kembali dari Malaysia. Dirinya meninggal dunia sebelum sempat dirujuk ke Bandung.

Berdasarkan informasi, pasien tersebut punya riwayat perjalanan ke Malaysia dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat. Namun, beberapa hari setelah pulang dari Malaysia, pasien mengalami gejala demam dan batuk.

Petugas medis RSDH Cianjur langsung membawa jenazah pasien ke rumah duka di Bekasi dengan menggunakan mobil ambulans milik rumah sakit tersebut.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓