Perhelatan Formula E di Monas Masih Melihat Dampak Virus Corona

Oleh Liputan6.com pada 03 Mar 2020, 06:55 WIB
Diperbarui 03 Mar 2020, 06:55 WIB
Penampakan Aspal Uji Coba Lintasan Formula E di Monas
Perbesar
Contoh aspal lintasan Formula E terlihat di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/2/2020). Aspal untuk sirkuit Formula E di uji coba di Monas, lokasi pengaspalan itu berada di Monas bagian timur. Pengaspalan dilakukan dengan dua metode, sandsheet dan geotextile. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Communication Sustainability Director Organizing Committee Formula E, Felicia Idama mengatakan perhelatan Formula E di Monumen Nasional (Monas) masih menunggu perkembangan kasus virus Corona di Indonesia. Selama menunggu perkembangan Felicia menyatakan terus berkomunikasi dengan pihak Formula E.

"Yang jelas kita masih melihat perkembangannya bagaimana dari dua pasien yang terindikasi ini," kata Felicia, Selasa (3/3/2020).

Dia menuturkan, sejauh ini penyelenggaraan Formula E masih terjadwalkan pada Juni mendatang. Meski begitu, adanya kasus virus Corona di Indonesia menuntut penyelenggara mobil balap listrik itu berkejaran waktu untuk persiapan.

Dia berharap, virus yang merebak dari Wuhan, China itu bisa dikendalikan dan tidak berdampak perhelatan Formula E.

"Sampai kita ada perkembangan yang berarti, kalender perencanaan kita masih tetap berjalan seperti biasa karena kan kita bulan Juni nih, kita harus hitung-hitungan juga kan persiapannya seperti apa terkait Corona virus ini," tukasnya.

Sementara itu, Gubernur Anies Baswedan enggan menyinggung Formula E saat menyampaikan keterangan pers, Senin sore kemarin.

"Udah, yang urgent ini dulu," kata Anies.

Sedangkan Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Mujiyono Anies mempertimbangkan untuk membatalkan ajang balap Formula E karena virus Corona. Hal ini menyusul peringatan travel warning yang dikeluarkan sejumlah negara.

"Sebaiknya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatalkan event formula E. Sebab, sejumlah negara telah memberikan travel warning kepada Indonesia dengan adanya virus Corona ini," kata Mujiyono.

2 dari 3 halaman

Berpotensi Merugi

Mujiyono menilai acara serupa di China pada Maret 2020 juga akhirnya dibatalkan karena wabah virus Corona. Dia memperingatkan Anies jika gelaran Formula E tetap dijalankan, justru berpotensi merugi. Sebab, kata dia, negara-negara peserta berpikir ulang untuk mengirim pebalap mereka.

"Saya kira akan merugi, karena beberapa negara juga tidak akan mengutus atletnya untuk datang ke Indonesia akibat adanya virus Corona ini. Wisatawan mancanegara pun begitu, akan berpikir dua kali datang ke Indonesia karena isu mewabahnya virus Corona," terangnya.

"Jadi sebaiknya Formula E dibatalkan atau ditunda hingga virus Corona ini mereda," sambung dia.

Selain itu, Mujiyono juga meminta penyelenggara Formula E yakni PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dapat berunding dengan Formula E Organization (FEO) untuk pembatalan ini. Dia meyakini FEO akan memahami kondisi terkini di Indonesia.

 

Reporter: Yunita Amalia/Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓