Jadi Penyeimbang, Satpol PP Bertekad Lebih Humanis di Tengah Masyarakat

Oleh stella maris pada 02 Mar 2020, 19:54 WIB
Diperbarui 02 Mar 2020, 19:54 WIB
Satpol PP

 

Liputan6.com, Jakarta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) adalah representasi yang hadir di kehidupan masyarakat. Berkaitan dengan hal itu, Satpol PP pun bakal tampil lebih humanis, namun tetap menyesuaikan dengan amanah UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

"Dalam UU itu, ada 6 urusan wajib pelayanan dasar yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah," kata Direktur Satpol PP dan Perlindungan Masyarakat Direktorat Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri, Arief Mulya Eddie, di sela-sela HUT Satpol PP dan Linmas di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (2/3).

Terkait HUT Satpol PP itu sendiri menurut Arief, adalah momentum untuk meneguhkan spirit pengabdian Satpol PP dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam melayani masyarakat. Satpol PP bertekad untuk semakin humanis. Kian dicintai masyarakat. Satpol PP, bukan musuh masyarakat.

"Kami bukan pasukan yang berbenturan atau berperang dengan rakyatnya sendiri. Satpol PP adalah Satuan penyeimbang kehidupan bermasyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Arief tak lupa mengucap terima kasih atas penerimaan yang ramah dari warga NTB selama HUT Satpol PP digelar. Ia juga berharap, sektor pariwisata di mana pun, termasuk di NTB bisa pulih kembali. Para turis kembali datang berkunjung.

"Terus semangat untuk berjuang dan tentunya pariwisata akan semoga akan meningkatkan lagi, jaya NTB," katanya.

Mengenai dipilihnya Mataram sebagai tuan rumah peringatan HUT Satpol PP dan Linmas, bukan tanpa alasan. Kata dia, dipilihnya Kota Mataram sebagai tempat peringatan HUT Satpol PP, untuk mendongkrak sektor pariwisata di NTB,yang tengah dapat tekanan oleh dampak virus corona.

"HUT Satpol PP Tahun 2020 kami pusatkan di kota Mataram, di NTB, tentunya sebagai pengungkit ekonomi dan pariwisata di NTB Mataram," kata Arief.

Arief senang, dengan digelarnya HUT Satpol PP dan Perlindungan Masyarakat di Kota Mataram yang dihadiri perwakilan Satpol PP dari seluruh Indonesia, membuat hotel banyak terisi. Ini tentu sangat membantu sektor pariwisata di NTB tetap bergeliat. Seperti diketahui, karena penyebaran virus corona atau Convid-19, arus kunjungan turis mancanegara ke destinasi Wisata di Tanah Air menurun. Termasuk yang menyambangi di NTB.

"Alhamdulillah saya dengar dari teman-teman dari travel juga mengatkan itu semua full, hotel juga penuh. Kami bangga dan juga berterima kasih kepada masyarakat NTB yang sudah menerima kami dengan sangat baik," ujarnya.

 

(*)