KKP Akan Perbanyak Coldstorage di Wilayah Indonesia Timur

Oleh Yusron Fahmi pada 25 Jun 2020, 15:24 WIB
Diperbarui 30 Jun 2020, 09:51 WIB
Edhy Prabowo saat mengunjungi  PT Bhanda Graha Reksa (Persero) di Kepala Gading, Jakarta Utara
Perbesar
Edhy Prabowo saat mengunjungi PT Bhanda Graha Reksa (Persero) di Kepala Gading, Jakarta Utara. (Istimewa)

Liputan6.com,Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan, penggunaan cold storage portable bisa jadi solusi bagi pemenuhan kebutuhan ruang pendingin untuk menjaga kualitas dan harga ikan agar tetap stabil.

"Ini menjadi concern Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) khususnya di masa pandemi Covid-19 yang ikut berdampak pada menurunnya daya beli hasil perikanan. KKP akan memperbanyak coldstorage di wilayah Indonesia Timur," ujar Edhy Prabowo saat mengunjungi  PT Bhanda Graha Reksa (Persero) di Kepala Gading, Jakarta Utara, Kamis (25/6/2020).

Kedatangan Edhy untuk melihat langsung coldstorage atau gudang pendingin yang digunakan oleh perusahaan pelat merah tersebut. Coldstorage yang digunakan PT BGR lebih hemat listrik dan portable atau dapat dipindah-pindah.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu terobosan, jalan keluar bagi ikan-ikan yang selama ini ditangkap tapi tidak bisa masuk coldstorage. Dan ini tidak membutuhkan konstruksi yang luar biasa mahal," terang Menteri Edhy di lokasi.

Pengadaan coldstorage portable diupayakan berjalan tahun ini sehingga ikan-ikan yang diproduksi nelayan dan pembudidaya di masa pandemi Covid-19 bisa langsung disimpan. Mengenai pembiayaannya terdapat dua skema, melalui APBN atau dana pinjaman dari Badan Layanan Umum (BLU)/KUR.

"Intinya ini hal bagus yang bisa segera kita sampaikan ke masyarakat untuk menampung ikan-ikan kita. Mudah-mudahan ini bisa kita tindaklanjuti segera di 2020 ini," tegas Edhy.

Kawasan Indonesia Timur menjadi prioritas KKP untuk menempatkan coldstorage portable ini. Edhy juga meminta jajarannya saling berkolaborasi agar penyerapan ikan nelayan dan pembudidaya berjalan lebih maksimal.

"Semua daerah prioritas ya, tapi utamanya daerah Indonesia Timur dulu yang selama ini berpotensi terbuang ikan banyak."

 

2 dari 2 halaman

Banyak Manfaat

Direktur Utama PT DS Solutions International Ferdian mengatakan, pihaknya tidak hanya berpikir bisnis dalam penyediaan colstorage. Tapi juga lebih melihat manfaat yang begitu besar karena Indonesia merupakan negara kepulauan dan rawan bencana.

"Kami dari PT DS Solutions International sebagai penyedia Portable Cold Storage, kami yakin dengan adanya Portable Cold Storage ini bisa mendukung program kerja pada sektor Kelautan dan Perikanan. Menyerap dan memanfaatkan potensi hasil perikanan dengan baik," harapnya.

Senada dengan Ferdian, Dirut BGR logistics M Kuncoro Wibowo mengatakan pihaknya pendatang baru di penyerapan hasil perikanan. Akan tetapi sebagai perusahaan logistik yang sudah punya nama, tentu akan maksimal dalam menjalankan program.

"Kami masih baru untuk barang basah dalam hal ini ikan, karena selama ini lebih ke barang kering. Tentu dalam hal meningkatkan pelayanan kami akan maksimal meski dalam bisnis ikan kami pendatang baru," tutup Kuncoro. 

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait