Warga DKI Terpantau Corona, Golkar: Jangan Bodohi Diri Sendiri, Kalau Ada Bilang Ada

Oleh Liputan6.com pada 01 Mar 2020, 21:08 WIB
Diperbarui 01 Mar 2020, 21:08 WIB
Antisipasi Virus Corona di Stasiun Gambir
Perbesar
Calon penumpang kereta api mengenakan masker saat berada di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (31/01). Dalam rangka pencegahan Virus Corona, PT Kereta Api Indonesia (persero) melakukan sosialisasi kepada penumpang dengan membagi-bagikan masker di stasiun Gambir. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Golkar, Basri Baco angkat bicara prihal pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, adanya ratusan warga Jakarta terpantau virus Corona atau COVID-19. Menurutnya, pernyataan Anies itu meresahkan warga.

"Keresahan ada, tapi kan niatnya supaya kita waspada. Jangan membodohi diri sendiri, kalau memang ada ya bilang ada aja. Supaya kita serius menangani. Sudah cukup, tinggal jangan asal ngomong. Habis itu action apa yang dibuat. Langkah-langkahnya strategis siapa. Jangan diam aja," ujar Basri di kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Jalan Pegangsaan Barat, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2020).

Kendati demikian, ia menyampaikan agar warga untuk antisipasi akan virus  Corona ini. Dia berpesan, warga agar selalu mengikuti anjuran dari Dinas Kesehatan.

"Khawathir tidak perlu, tapi perlu waspada dan jalankan beberap arahan dari Dinas Kesehatan terkait menjaga kesehatan badan dan lingkungan itu penting. Jangan tidak khawatir terus ceroboh. Mulai sekarang biasakan ke tempat umum pakai masker, bawalah anti septik untuk tangan terutama untuk ke tempat berkumpul banyak orang jika tidak terlalu penting urusannya," bebernya.

"Juga waspada tetapi juga hati-hati. Jangan tidak khawatir atau ceroboh. Ya kita berdoa bersama-sama moga-moga tidak ada rakyat Jakarta yang kena," sambungnya.

Lebih lanjut, Basri meyakini Komisi E, Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus bekerja maksimal atasi permasalahan ini. Lebih lanjut ia berharap agar cepat dilakukan pencegahan.

"Itu kan pantauan standar prosedur yang penting kan kayak di Natuna itu kan. Dipantau segala macam. Kalau ada suspek diambil tindakan medis yang memang diperlukan. Itu harus, kita tidak mau rakyat Jakarta ada yang kena. Yang repot itu kalau tidak terdeteksi. Kena dan tidak terdeteksi, dibiarkan dan dia punya potensi untuk menularkan itu yang bahaya. Tapi kalau dicurigai, dilokalisasi dan di-treatment dan dikasih pengobatan dan selesai," ujarnya.

Perihal benar atau tidaknya pernyataan Anies itu, dirinya meminta agar pemerintah tidak boleh menyembunyikan soal Corona dari masyarakat. Mengingat, pemerintah harus segera bergerak mencegah virus tersebut.

"Jangan ada terus pura-pura nggak tahu akhirnya berkembang ke mana-mana tanpa disadari kita juga kena jangan-jangan," pungkansya.

 

2 dari 3 halaman

Bentuk Tim Pencegahan

Sebelumnya, Gubernur DKI JakartaAnies Baswedan akan membentuk tim tanggap pencegahan virus corona atau Covid-19. Tim dipimpin oleh Asisten Bidang Kesra DKI Jakarta, Catur Laswanto.

"Nantinya akan menjadi pusat kendali untuk pemantauan, pencegahan, dan penanggulangan COVID-19," kata Anies di kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Minggu (1/3).

Selain itu, Anies menyebut tim tanggap akan berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Dia menyebut Jakarta merupakan salah satu pintu gerbang untuk wisatawan ataupun bisnis di Indonesia.

"Karena dalam beberapa minggu saja itu banyak negara-negara yang baru mengumumkan. Nah kami di Jakarta, sebagai gerbang Indonesia harus bersiaga dan langkah-langkah sudah kita lakukan," papar dia.

Reporter: Ronald Chaniago

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓