Pemerintah Belum Bisa Evakuasi 4 WNI yang Tertinggal di Wuhan, Ini Sebabnya

Oleh Lizsa Egeham pada 29 Feb 2020, 12:54 WIB
Diperbarui 29 Feb 2020, 12:54 WIB
Suasana Evakuasi 245 WNI di Bandara Tianhe Wuhan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mengaku belum bisa mengevakuasi 4 warga negara Indonesia (WNI) berstatus mahasiswa yang tertinggal di Wuhan, China. Pasalnya, Indonesia telah menutup penerbangan dari dan ke China.

Penutupan penerbangan itu tak lepas dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional (PHEIC) akibat virus corona.

"Izin sekarang PHEIC-nya sudah berlaku tetap. Sehingga memang tidak ada penerbangan dari China ke Indonesia atau sebaliknya," jelas Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Sabtu (29/2/2020).

Menurut dia, kondisi ini berbeda saat pemerintah mengevakuasi 238 WNI di Wuhan pada 2 Februari 2020. Kala itu, status darurat kesehatan virus corona masih bersifat sementara.

Pemerintah, kata Terawan, baru bisa mengevakuasi 4 WNI di Wuhan setelah WHO mencabut status virus corona sebagai darurat kesehatan global.

"Menunggu sampai status PHEIC-nya dicabut oleh WHO. Karena ini ketentuan dunia untuk Ketahanan kesehatan Dunia menghadapi ancaman wabah Corona," jelas Terawan.

 

2 dari 3 halaman

Ingin Pulang

Mahasiswa CCNU Wuhan asal Indonesia, Humaidi Zahid
Mahasiswa CCNU Wuhan asal Indonesia, Humaidi Zahid. (Liputan6.com)

Sebelumnya, pemerintah telah mengevakuasi ratusan warga negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan, China terkait wabah virus corona atau COVID-19 pada 2 Februari 2020 lalu. Namun dari total 245 WNI yang terdata, hanya 238 orang yang bisa dibawa pulang ke tanah air.

Tujuh orang sisanya masih tertinggal di Wuhan. Pemerintah kala itu menyebut, tiga WNI yang berstatus mahasiswa itu tertahan lantaran tidak lolos pemeriksaan kesehatan di bandara. Sementara sisanya menolak pulang karena alasan pribadi.

Namun ternyata bukan hanya tiga mahasiswa yang tertinggal. Mereka yang ingin pulang ke tanah air tapi gagal sejatinya berjumlah empat orang. Sementara yang memutuskan bertahan di Wuhan dan tidak mau dievakuasi berjumlah tiga orang.

"Itu keliru. Bukan empat yang memutuskan bertahan, tapi tiga orang. Sebenarnya ada empat mahasiswa di sini yang ingin pulang," ujar Humaidi Zahid saat berbincang dengan Liputan6.com, Kamis 27 Februari 2020 malam.

Humaidi yang akrab disapa Omed ini merupakan mahasiswa asal Desa Payaman, Solokuro, Lamongan, Jawa Timur yang menempuh studi S2 di Central China Normal University (CCNU), Wuhan. Dia tertinggal di Wuhan lantaran tidak lolos pemeriksaan kesehatan bersama dua mahasiswa lainnya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓