Anies Cuma Mau Komunikasi dengan DKJ terkait Revitalisasi TIM

Oleh Liputan6.com pada 27 Feb 2020, 19:47 WIB
Diperbarui 27 Feb 2020, 19:47 WIB
Paket Kontrak Pembangunan MRT Fase II Resmi Ditandatangani

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikritik cara komunikasi dengan seniman yang menolak revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Cara komunikasi Anies itu disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI.

Menjawab kritikan itu, Anies mengaku akan intensif berkomunikasi dengan semua pihak. Namun, Anies hanya ingin komunikasi dengan seniman melalui institusi yang resmi, yaitu Dewan Kesenian Jakarta.

"Insyaallah kita akan intensifkan lagi dan menyangkut pelibatan channelnya menggunakan institusi yang jelas, sehingga kita tau kita tau dengan siapa harus berinteraksi, di mana itu? Ya Dewan Kesenian Jakarta," ujar Anies di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Anies beralasan, DKJ merupakan mitra kerja resmi Pemprov DKI Jakarta. Dia tidak ingin berkomunikasi dengan pihak tidak tepat

"Karena itulah mitranya, dari situ kemudian ada seluruh unsur yang ada. Supaya jangan nanti dari sisi Pemprov, itu berinteraksi dengan pihak yang tidak tepat," kata dia.

Dia mengatakan, bakal lebih banyak mensosialisasikan Pergub terkait revitalisasi TIM. Anies menjelaskan, ada perbedaan yang mengelola infrastruktur dan kesenian kebudayaan secara terpisah.

"Nanti kita sosialisasikan lebih intensif untuk memastikan kesamaan paham karena memang bukan salah yang ini, belum tentu dua pergub dibaca, mungkin bacanya cuma satu, yang satu tidak terbaca," kata Anies Baswedan.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓