Ma'ruf Amin: Pemerintah Sedang Negosiasi dengan Arab Saudi soal Penghentian Umrah

Oleh Liputan6.com pada 27 Feb 2020, 16:05 WIB
Diperbarui 27 Feb 2020, 16:05 WIB
Wapres Ma'ruf Amin Tutup Rakornas Indonesia Maju

Liputan6.com, Jakarta - Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, sebagai antisipasi virus corona.

Terkait hal itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut, pemerintah sedang negoisiasi dengan Arab Saudi agar tidak dilarang untuk umrah.

"Duta besar kita di Saudi sedang berusaha agar Indonesia tidak termasuk yang dilarang, karena Indonesia kan tidak terpapar virus. Jadi kita jemaah kita mestinya aman," kata Ma'ruf di Bangka Belitung, Selasa (27/4/2020).

Wapres menambahkan, pemerintah sedang berupaya agar WNI yang sudah terlanjur tiba di Arab Saudi tidak terlantar. Ma'ruf ingin kegiatan umrah kembali dibuka.

"Kita lagi dinegosiasi, ya mereka supaya mereka menunggu, nanti (sedang diurus) dengan pihak kedutaan kita di sana ya. Sedang diusahakan, supaya mereka menunggu, supaya yang ada tetap (bisa umrah) dan yang belum juga tidak di setop," tuturnya.

Menurutnya, umrah tidak boleh dihentikan. Mestinya bila ada antisipasi virus corona, Indonesia tidak dilarang karena tidak tertular.

"Saya kira umrah tidak boleh disetop, ini kan sementara. Walaupun sementara kita berharap indonesia tidak masuk yang sementara itu. Kan kalau alasannya itu virus corona, kita kan tidak tercemar, mestinya tidak terkena embargo-lah," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Alasan Pencegahan

Sebelumnya, Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari sejumlah negara. Hal itu sebagai langkah antisipasi terkait maraknya penyebaran virus korona atau Covid-19 di seluruh dunia.

Berikut negara yang dicegah memasuki Saudi untuk sementara waktu: China, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang,ok Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, dan Vietnam.

Seperti dilaporkan, Kamis (27/2/2020) kemlu menyatakan bahwa otoritas kesehatan Saudi mengikuti perkembangan terkait penyebaran virus korona yang kini juga telah menjangkiti negara tetangga di Timur Tengah, seperti Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Untuk itu, Saudi merasa perlu mengambil tindakan pencegahan yang dampaknya memengaruhi perjalanan menuju dan keluar negara Teluk tersebut. Saudi berupaya memerangi penyebaran virus dengan menerapkan standar internasional serta mendukung komunitas internasional dalam mencegah penyebaran virus, terutama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

 

Reporter: M Genantan

Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓