Tak Lagi Sejalan, PKS Tetap Anggap Gerindra Teman

Oleh Liputan6.com pada 24 Feb 2020, 20:18 WIB
Diperbarui 24 Feb 2020, 20:18 WIB
Pertemuan Prabowo dan Petinggi PKS
Perbesar
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Presiden PKS Sohibul saat memberikan keterangan pers terkait cawapres berdasarkan hasil Ijtimak Ulama dan koalisi di kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (30/07). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan sudah tidak lagi sejalan dengan rekan koalisinya Gerindra. Ini terjadi setelah Prabowo Subianto memutuskan masuk dalam jajaran kabinet Jokowi-Ma'ruf sebagai menteri pertahanan usai kalah Pilpres 2019.

Kendati sudah berseberangan, Ketua DPP PKS Pekerja Petani dan Nelayan Riyono menegaskan, partainya  tidak menganggap Partai Gerindra sebagai ancaman untuk PKS.

"Iya demokrasi biasalah, kadang-kadang kita kerja sama kadang kita di satu sisi berbeda itu biasa, itu tidak ada masalah. Tetap kawan, kami dengan partai PDIP tetap kawan, kami dengan semua partai tetap kawan," kata Riyono, di Diskusi 'RUU Omnibus Law Cipta Kerja' di Kantor DPP PKSJakarta Selatan, Senin (24/2/2020).

Riyono mengatakan, hubungan PKS dengan Gerindra masih berjalan dengan baik. Namun bila dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2019 lalu, kerja sama antara PKS dengan Gerindra telah usai.

"Tetap normal saja, ada waktunya kerja sama ada waktunya berbeda, tapi kalau dalam konteksnya Pilpres memang sudah selesai," lanjutnya.

Sebelumnya, PKS kecewa dengan keputusan mantan Danjen Kopassus itu bergabung dengan pemerintah, setelah PKS habis-habisan mendukungnya sebagai Capres di dua Pemilu.

"Secara umum akhirnya memang setelah Pak Prabowo bergabung ke koalisinya Pak Jokowi dan Pak Prabowo menyatakan silakan partai koalisi saya untuk menentukan pilihan masing-masing itu sudah selesai urusan koalisi. Saat itu sudah selesai," kata anggota Fraksi PKS DPRD DKI, Dani Anwar saat berbincang dengan merdeka.com di DPRD DKI Jakarta, Rabu (19/2/2020).

 

 

2 dari 3 halaman

Dekati Nasdem

Ketum PKS Sohibul Iman Temui Surya Paloh
Perbesar
Ketum Partai Nasdem Surya Paloh terima kunjungan Presiden PKS Sohibul Iman bersama jajaran di DPP Nasdem, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Sohibul mengatakan, kunjungan kali ini sebagai bentuk kunjungan balasan yang pernah dilakukan Paloh dan jajaran NasDem akhir Oktober 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

PKS justru ingin pindah ke lain hati. Dia memilih mendekati Nasdem, yang hubungannya tak terlalu baik dengan koalisi Jokowi, sebagai tempat peraduan. Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketum NasDem Surya Paloh sudah beberapa kali melakukan pertemuan.

Pertemuan itu bahkan sempat menjadi perbincangan publik. Mengundang reaksi Joko Widodo (Jokowi). Tapi Paloh menyatakan tetap setia dengan pemerintah. Setidaknya dua kali pertemuan Paloh dan Sohibul yang tampak di media. Pertama di DPP NasDem pada 30 Oktober 2019. Kemudian berbalas 29 Januari 2020 di DPP PKS.

"Faktanya kan Pak Surya Paloh juga kan mainnya cantik jadi kita juga enggak merasa sendirian," terang Dani.

 

Reporter: Tri Yuniwati Lestari

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓