Soal Cagar Budaya, Gerindra DKI Minta Megawati Belajar soal Monas

Oleh Delvira Hutabarat pada 20 Feb 2020, 15:42 WIB
Diperbarui 20 Feb 2020, 15:42 WIB
Rapat Paripurna Penetapan Pimpinan DPRD DKI
Perbesar
Muhammad Taufik dari fraksi Partai Gerindra menghadiri rapat paripurna DPRD di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (3/10/2019). Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta mengumumkan penetapan susunan pimpinan DPRD DKI periode 2019/2024. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mempertanyakan keputusan Pemprov DKI Jakarta yang bakal menjadikan kawasan Monumen Nasional (Monas) sebagai titik perlintasan Formula E.

Gerindra DKI angkat bicara menanggapi gal tersebut. Ketua DPD Gerindra DKI M. Taufik menganggap tidak ada yang salah dari kebijakan menunjuk kawasan Monas sebagai bagian dari Formula E. Pasalnya, Monas merupakan ikon Jakarta.   

“Kan yang mau dikedepankan kan Monas. ya Jakarta kan di Monas lah. emang kenapa?,” kata Taufik saat dikonfirmasi, Kamis (20/2/2020).

Taufik membantah apabila kawasan Monas disebut cagar budaya. Menurutnya, yang menjadi cagar bidaya hanyalah tugu Monas, bukan kawasan monas secara keseluruhan.

"Monas cagar budaya apanya? Pelajari dulu Monas. coba tanya dulu. kan tugunya (yang jadi cagar budaya), cagar budaya apanya,” ucap dia.

Menurutnya, bila kawasan Monas secara keseluruhan dianggap sebagai cagar budaya, maka penataan kawasan Monas yang dilakukan gubernur-gubernur sebelumnya dianggap menyalahi aturan. 

"Kawasan semua cagar budaya, kenapa itu dibikin jalanan. Itu pak Sutiyoso mager (ngaspal Monas) itu. makanya tanya dulu, yang dimaksud cagar budaya di Monas itu di mana,” ujarnya.

Kendati demikian, Taufik menyebut wajar apabila ada pihak yang mempertanyakan. Menurut Taufik semua yang mempertanyakan, belum tentu menolak.

"Boleh aja, Jakarta tempat semua tokoh. sebagai warga Jakarta berhak. kan bukan menolak itu, mempertanyakan itu, maka perlu ada jawaban. ada pertanyakan di Monas maka di jawab dong,” katanya. 

"Makanya, pas ada yang nolak, di tanya kenapa menolak.  ada argumennya, kasih argumen kenapa di monas. ada dialog,” tambahnya.

 

2 dari 3 halaman

Penolakan Megawati

Resmi, Kawasan Monas Bakal Dijadikan Lintasan  Formula E
Perbesar
Petugas membersihkan rumput di kawasan Monumen Nasional (Monas) yang akan dijadikan arena lintasan balapan Formula E 2020, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar ajang bertaraf internasional Formula E di kawasan Monas, Jakarta Pusat. (merdeka.com/Imam Buhori)

Sebelumnya, Megawati mengaku heran mengapa Formula E harus di Monas.

"Gubernur DKI ini tahu apa tidak, kenapa bikin Formula E itu harus disitu? Kenapa Enggak ditempat lain, kan peraturan itu ya peraturan, kalian juga mesti tahu, jangan melanggar aturan," ujar Megawati saat berpidato di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Megawati menilai, Pemprov DKI semestinya bisa menggelar Formula E ditempat lainnya. Sebagai cagar budaya, disayangkan bila kawasan Monas harus diubah karena gelaran Formula E. Terlebih memang ada aturan tidak boleh mengubah kawasan cagar budaya.

"Monas itu di dalam keputusan peraturan itu adalah Cagar Budaya, tapi jangan pula saya dibentur benturkan sama Pak Anies (Baswedan), tapi saya hanya ngomong Monas itu adalah sudah pasti peraturan nya Cagar Budaya," kata Megawati.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait