Kemensos Wajibkan PSM Ikut Pelatihan Berjenjang

Oleh stella maris pada 18 Feb 2020, 10:04 WIB
Diperbarui 18 Feb 2020, 10:15 WIB
Kemensos

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Sosial merasa perlu mengasah profesionalitas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mengatasi berbagai masalah sosial yang ada. 

"Kapasitas PSM perlu terus ditingkatkan, sejalan dengan semakin meningkat kompleksitas permasalahan terlebih dengan cepatnya kemajuan Teknologi dan Informasi era Revolusi Industri 4.0. jadi meskipun berbasis kesukarelaan, PSM juga harus professional," kata Menteri Sosial Juliari P. Batubara, dalam arahannya yang dibacakan Dirjen Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin pada Pembukaan Bimtek PSM di Jakarta, Senin (17/2).

Mensos menyatakan, walaupun PSM berbasiskan kesukarelaan, tidak berarti pemberian pelayanannya tidak profesional. "Untuk itu sudah menjadi tugas Kementerian Sosial mengupayakan peningkatan kapasitas bagi PSM yang salah satunya adalah dengan Bimbingan Teknis (bimtek) ini,” kata Mensos Juliari. 

Dengan basis sukarelawan, orang-orang dengan berbagai latar belakang pendidikan, status sosial ekonomi, suku, agama dan sebagainya, dapat menjadi PSM. "Hal tersebut tentu saja dapat menjadi pendukung dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat."

Namun tentu saja, hal itu tetap harus dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial melalui pelatihan atau bimbingan teknis. "Dengan demikian, diharapkaan dapat membantu terbangunnya standar kompetensi minimum yang wajib dimiliki oleh setiap PSM," kata Juliari.

Ke depan, Kemensos berencana, setiap orang yang ingin menjadi PSM wajib mengikuti bimtek agar dapat menjadi SDM layanan kesejahteraan sosial yang berkualitas. “Oleh karena itu pemerintah baik di pusat maupun daerah secara berjenjang harus mengupayakan agar PSM di seluruh Indonesia diberikan bimtek dan keterampilan mulai dari tingkat dasar dan lanjutan hingga ke tingkat khusus,” kata Mensos Juliari. 

Tuntutan permasalah yang semakin komplek menuntut kesiapan SDM layanan kesejahteraan sosial yang juga semakin beragam. “PSM harus mampu menegakkan eksistensinya dengan meningkatkan kualitas kompetensinya yang membedakannya dengan SDM kesejahteraan sosial lainnya,” Mensos Juliari menambahkan.

Bimtek membantu PSM memahami jati dirinya program-program apa yang tersedia, apa yang harus dilakukannya, dan sebagainya. Sehingga kerja-kerja PSM menjadi efektif, efisien dan profesional. "Hal ini tidak saja menjadi tolok ukur keberhasilan PSM sebagai individu atau IPSM sebagai wadah organisasi sebagai mitra Kementerian Sosial dalam memberikan layanan sosial," kata Mensos.

Dirjen Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin menyampaikan, kegiatan bimtek diikuti 500 orang yang terdiri dari 225 orang dari Kota Bekasi, 225 orang dari Kabupaten Bekasi, dan 25 orang dari Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Pusat.

"Dalam Bimtek selama dua hari peserta diberikan berbagai pengetahuan umum tentang kehidupan sosial dan Kerelawanan Sosial," kata Pepen. Selain itu, para peserta juga diberikan materi konsep dasar PSM, wawasan kebangsaan, dan aspek-aspek dasar keterampilan PSM. 

"Dengan Bimtek ini, diharapkan partisipasi PSM dalam penyelenggaraan Kesejahteraan sosial semakin meningkat. Kesadaran tugas dan tanggung jawab serta kapasitas para PSM juga meningkat," kata Pepen.

 

(*)