Cerita Djarot soal Curhatan Ahok Ingin Cari Pasangan Setelah Bercerai

Oleh Yopi Makdori pada 18 Feb 2020, 05:35 WIB
Diperbarui 18 Feb 2020, 05:36 WIB
Peluncuran Buku Ahok

Liputan6.com, Jakarta - Djarot Saiful Hidayat, mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga salah satu orang terdekat Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok mengungkap curhatan Komisaris Utama PT Pertamina itu usai cerai dengan Veronica Tan.

"Ya pasti dong, sesama laki-laki ya pasti curhat. Cuman saat itu Ahok sudah divorce (cerai) ya. Nanya Mas kalau nyari istri tuh gimana sih? Saya tanya sama dia, pernah pacaran nggak? Nggak pernah," kata Djarot menceritakan kenangnya saat BTP curhat di sela peluncuran buku terbaru BTP di Gedung Tempo Institute, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Lalu, Djarot mengungkapkan kriteria istri menurutnya kepada kawan sesama politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. Djarot merinci kriterianya, semisal mesti orang Jawa dan kalau bisa Jawa Timur.

"Nanya lagi, kenapa kok Jawa Timur? Setahun saya kalau orang Jawa Timur, istri saya Jawa Timur toh itu terbuka ya," ungkap dia.

Terus kriteria yang kedua, lanjut Djarot ia minta Ahok mencari pasangan yang tidak banyak memiliki saudara. Kemudian juga, kriteria selanjutnya yang diberikan kepada BTP agar tidak mencari pasangan yang terlampau kaya.

"Loh kenapa mas? Kalau terlampau kaya berat, susah untuk diajak berjuang dari bawah. Nanti ngeluh, yang sedang-sedang sajam. Tapi jangan miskin juga, yang normal," jelas dia.

Kriteria yang terakhir yang Djarot berikan ialah mengenai mertua. Politikus PDIP itu menyarankan supaya BTP mencari mertua yang tidak terlalu tua.

"Supaya apa? Supaya tidak sakit-sakitan, kalau sakit susah," kata Djarot diikuti gelak tawa penonton.

Saran-saran tersebut, menurut Djarot ternyata diikuti oleh Ahok. Sehingga ketemulah dengan istrinya saat ini, yakni Puput Nastiti Devi.

2 dari 3 halaman

Cerita Pindahkan Ahok dari Cipinang ke Mako Brimob

Peluncuran Buku Ahok
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyampaikan sambutan dalam peluncuran buku 'Panggil Saya BTP: Perjalanan Psikologi Ahok Selama di Mako Brimob' di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Senin (17/2/2020). Buku tersebut mengisahkan pengalaman Ahok saat berada dalam tahanan. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Saat awal menjadi terpidana, BTP atau Ahok pernah ditahan di Lapas Cipinang, Jakarta sebelum kemudian dipindahkan ke Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Salah satu pihak yang meminta BTP untuk dipindahkan adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Menurut Djarot, pihaknya mengkhawatirkan keselamatan politis PDIP itu jika tetap ditahan di sana.

"Karena kita sudah putuskan Pak Ahok harus keluar dari sini. Kalau di Cipinang bahaya. Makanya jam 12 malam dipindah ke Mako, nah sudah lega kita," papar Djarot di Gedung Tempo Institute, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Pasalnya, kata Djarot di dalam Lapas Cipinang saat BTP kali pertama masuk ke sana disoraki oleh para narapidana.

"Saya DKI Pak, saya DKI Pak. Saya, oh iya-iya. Terus sopirnya bilang, Pak itu PNS DKI semua yang kemarin masuk gara-gara Pak Ahok," ungkap dia.

Djarot awalnya mengira dirinya dan BTP disambut oleh para narapidana di sana. Sebelumnya kemudian salah satu dari sipir yang mengantarkan mereka memberitahu bahwa narapidana tersebut bekas PNS DKI yang telah BTP jebloskan ke dalam penjara.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓