Vetiver, Solusi Jokowi Atasi Masalah Sedimentasi Waduk Gajah Mungkur

Oleh Lizsa Egeham pada 15 Feb 2020, 15:40 WIB
Diperbarui 15 Feb 2020, 15:40 WIB
Presiden Jokowi menanam vetiver di Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2020).

Liputan6.com, Wonogiri - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan, tanaman vetiver sangat ampuh untuk mengatasi masalah sedimentasi di Waduk Gajah Mungkur, Jawa Tengah. Jokowi yakin, apabila vetiver ditanami di kawasan hulu, maka dapat menahan sedimentasi masuk ke dalam waduk.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara penanaman ribuan bibit vetiver di Desa Desa Jatisari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2020). Jokowi ditemani Ibu Negara Iriana turut menanam bersama masyarakat setempat.

"Iya terutama untuk di sekitar waduk, vetiver akan bisa menjadi pengikat tanah sehingga sedimen tidak masuk ke waduk-waduk yang ada, ke Das (daerah aliran sungai) yang ada," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, sedimentasi di Waduk Gajah Mungkur setiap tahunnya semakin meningkat. Jokowi menyebut permasalahan itu tak bisa diselesaikan dengan cara dikeruk saja, namun juga harus ditanami pohon-pohon.

"Tapi setiap tahun sedimennya berapa juta kubik? 3,2 juta kubik sedimen yang masuk ke waduk, kenapa itu ada, setiap tahun dikeruk ada lagi karena hulunya enggak pernah diurus. Ini yang mau kita urus, hingga nanti pohon-pohon ini sengon," jelas dia.

Jokowi telah mengingatkan Balai Das di Kementerian PUPR serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar tak lagi mengeruk sedimen. Sebab, dia ingin Balai Das untuk lebih fokus memperbaiki hulunya dengan salah satunya dengan cara menanam vetiver

"Kita sudah tahu titik nya berapa di placement area yang mana semuanya kelihatan," ucap Jokowi.

2 dari 3 halaman

Vetiver Dapat Merawat Air

Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Iriana menanam bibit vetiver di Desa Jatisari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2020).
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Iriana menanam bibit vetiver di Desa Jatisari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2020).(Liputan6.com/ Lizsa Egeham)

Menurut dia, vetiver tak hanya bermanfaat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat saja. Lebih dari itu, juga dapat merawat air yang ada di hulu.

"Meskipun yang lain juga ada pohon, buah-buahan, durian ada, sirsak ada, kelengkeng ada. Tapi yang paling penting barang ini, vetiver. Jadi kombinasi antara sengon, ambisia, dengan vetiver," kata Jokowi.

Ke depannya, Jokowi ingin ada puluhan juta bibit vetiver yang bisa ditanam di Tanaman vetiver sendiri pertama kali diperkenalkan Jokowi saat berkunjung ke Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Tanaman vetiver sangat ampuh menahan longsor karena dalam kurun waktu setahun, akarnya bisa tumbuh 50 centimeter hingga 1 satu meter. Sementara dalam waktu 3 tahun tingginya mencapai empat meter.

Untuk itu, dia meminta agar vetiver mulai ditanam di daerah-daerah yang berpotensi terjadi banjir dan longsor. Terlebih, perawatannya pun terbilang mudah.

"Tanam mah enggak usah dirawat langsung muncul. Tiga tahun akarnya sudah sampe ke-tiga meter, keempat meter. Mudah sekali (perawatannya)," tutur Jokowi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓